Rabu, 15 Juni 2011

Waspadai seks bebas dengan pendidikan seks

SELAIN masih dianggap tabu untuk dibicarakan, banyak orang tua juga tidak memberikan pendidikan seks pada anak-anaknnya sejak usia dini. Padahal, memberikan pendidikan seks sejak masa pertumbuhan (remaja) akan menjauhkan mereka berperilaku negatif.

Dengan berperilaku negatif, tak hanya merusak masa depan, namun berbagai penyakit dapat pula mengancam kesehatan. Sebab, terjadinya seks bebas juga dipengaruhi gaya pacaran kaum remaja yang telah melewati batas normal.

"Pacaran sehat secara medis merupakan pacaran yang tidak melakukan hubungan intim dan kontak seksual. Pacaran sehat juga tidak melakukan ciuman antarbibir, karena pada dasarnya hal ini bisa menjadi awal pertanda terjadinya hubungan intim berikutnya," ujar konsultan seks dan kesehatan dr Ryan Thamrin saat school program Sumber Ayu di SMAN 11, Jalan Pinangsia, Glodok, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2009).

Ciuman antarbibir, lanjut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada 1995 ini, tidak dibenarkan lantaran aksi tersebut dapat memicu tertularnya berbagai macam penyakit.

"Tak hanya itu saja, ciuman antarbibir bisa menularkan beberapa penyakit yang ditularkan melalui transaksi air liur atau penyakit di dalam rongga mulut," paparnya.

Masa pencarian jati diri di kalangan remaja membuat seks menjadi sesuatu yang menarik dan perlu dicoba. Padahal, kegiatan seks bebas dapat menimbulkan berbagai masalah, di antaranya kehamilan yang tidak diinginkan hingga menyebarkan penyakit seksual dan penyakit berbahaya lainnya seperti kanker serviks (untuk remaja wanita). Selain itu, memunculkan rentetan persoalan baru yang menyebabkan gangguan fisik dan psikososial pelakunya.

"Hubungan intim di kalangan remaja di bawah 19 tahun dapat memicu peningkatan angka kanker serviks. Meski si pria atau wanita sama-sama bersih, tapi ada kemungkinan ke arah sana karena mulut rahim yang belum 100 persen matang. Padahal, mulut rahim ini akan matang ketika si wanita telah memasuki usia 20 tahun ke atas. Jadi, istilahnya rentan bila si pria ada penyakit sedikit saja meski bukan penyakit kelamin, yang bisa memengaruhi kondisi vagina dan menyebabkan infeksi walaupun ditandai dengan adanya keputihan," paparnya panjang.

Masalah yang sama juga menimpa kaum remaja pria. Dengan melakukan seks bebas, kaum pria mudah mengidap infeksi kelamin.

"Penyakit yang mengintai kesehatan pria lebih kepada masalah infeksi kelamin. Misalkan pria berhubungan intim dengan wanita yang mengalami masalah keputihan yang tidak normal, maka ia akan terinfeksi bakteri jamur atau virus keputihan si wanita dan berpindah ke pria tersebut. Ciri-cirinya keluar lendir yang banyak dan berwarna kuning," tandas konsultan di Klinik Arthasari, Cibubur ini.(nsa) Sumber : www.okezone.com




Tidak ada komentar: