"Saya pikir, orang sangat menyadari peran mengenai isu-isu keagamaan dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari untuk waktu yang sangat lama," kata Jessica Burris, salah satu peneliti studi tersebut di University of Kentucky.
"Tetapi dalam literatur penelitian, kualitas bagian yang unik dari spiritualitas-terlepas dari agama-umumnya tidak dianggap," lanjutnya.
Menurut ukuran dalam penelitian yang dikenal sebagai skala transendensi spiritual, kualitas-kualitas tersebut memenuhi konektivitas, universalitas, dan doa. Pada data mereka juga ditemukan, bahwa konektivitas memainkan peran lebih besar dalam spiritual seksual dan mengarah ke seks yang lebih banyak dengan pasangan, sering tanpa menggunakan kondom. Demikian seperti dilansir okezone dari Times of India, Selasa (22/6/2010).
"Percaya bahwa seseorang terkait erat dengan manusia lain dan interkoneksi serta saling berharmoni sangat penting dapat dibujuk untuk percaya bahwa keintiman seksual memiliki kualitas atau transenden dalam dirinya sendiri. Faktanya, kualitas atribut suci untuk berhubungan seks telah menjadi positif terkait dengan reaksi emosional positif terhadap seks, frekuensi hubungan seksual dan jumlah mitra seksual di kalangan mahasiswa," ungkap Burris.
Penelitian ini menyertakan 353 mahasiswa di mana 61 persen di antaranya adalah wanita-menyelesaikan kuesioner yang bertanya tentang konsumsi alkohol mereka, impulsivitas, religiusitas, spiritualitas, dan praktik seksual.
"Laporan spiritualitas yang diklasifikasikan oleh tingkat kesepakatan, termasuk dalam keheningan doa dan meditasi. Saya menemukan keutuhan. Meskipun individu bisa sulit, aku merasakan ikatan emosional dengan semua umat manusia," tandas Burris.(nsa)
Sumber : www.okezone.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar