Senin, 27 Juni 2011

Seks bukan satu-satunya dasar pernikahan bahagia

Hal paling penting bagi pasangan untuk membentuk rumah tangga bahagia adalah memiliki kesamaan minat dan pendekatan terhadap kehidupan, bukan seks teratur.

APAKAH seks satu-satunya dasar pernikahan bahagia? Psikolog dari University London mengklaim, itu bukanlah kenyataan yang terjadi pada pasangan menikah.

Mereka telah menemukan kenyataan bahwa hal paling penting bagi pasangan untuk membentuk rumah tangga bahagia adalah memiliki kesamaan minat dan pendekatan terhadap kehidupan, bukan seks teratur. Para psikolog telah mempelajari bahwa kehidupan pada hampir seribu pasangan dan mengembangkan daftar berisi lima kriteria kecocokan pria dan wanita, di bawah ini seperti diulas Genius Beauty:

1. Gagasan tentang ketertiban dan kebersihan dalam urusan rumah.
2. Selera terhadap musik, sastra, dan televisi.
3. Sikap sayang dengan hewan peliharaan.
4. Selera makan.
5. Sikap terhadap pornografi.

Monogami membosankan bagi wanita?

Menurut sebagian wanita, berhubungan seks dengan satu pasangan adalah membosankan. Demikian setidaknya menurut para ilmuwan Jerman.

Mereka menemukan fakta bahwa sebanyak 60 persen wanita mengklaim, pada usia 30 tahun, mereka menginginkan hubungan seks dengan suami hanya pada empat tahun pertama usia pernikahan. Seiring waktu berjalan, jumlah ini berkurang hingga hanya menjadi 50 persen. Dan dalam 20 tahun pernikahan, hanya ada 20 pesen wanita yang menginginkan keintiman dengan suami.

Pada pria, belum ditemukan penurunan minat seks dengan pasangan. Hasil ini telah ditemukan lewat wawancara yang dilakukan kepada 530 pria yang bertindak sebagai responden. Hampir semua responden mengklaim, mereka bersedia berhubungan seks dengan istri mereka sepanjang periode kehidupan berdua.
(ftr) Sumber : www.okezone.com




Tidak ada komentar: