Senin, 20 Juni 2011

Viagra laku keras akibat tanyangan seks

Wanita menggunakan viagra, meski masih dipertanyakan, apakah pengguna mendapatkan kesenangan ekstra saat mengonsumsinya.

PARA ahli percaya bahwa adegan-adegan seks dari film dan televisi memiliki andil besar dalam kehidupan seksual jutaan penonton. Dan ternyata, fakta membenarkannya.

Peningkatan penjualan viagra terbilang pesat di Inggris. Dalam setahun terakhir, viagra terjual laris manis, yaitu sekira 1,85-2 juta buah viagra.

National Health Service melaporkan pendapatan sebesar 70 juta poundsterling (sekira Rp 978 ribu) berhasil didapat dari penjualan dua juta pil biru kecil tersebut. Bahkan selama enam tahun belakangan, terjadi kenaikan sebesar 40 juta poundsterling (sekira Rp 559 ribu). Ini berarti sekira 30.000 tablet dikonsumsi setiap malam.

"Kita hidup di dunia di mana tidak ada lagi kenaifanbelajar seks secara diam-diamseperti itu, tapi belajar dari pengalaman. Seks telah berubah secara fundamental. Ada suatu masa ketika orang-orang yang ingin berhubungan seks mendapatkan nasihat mengenai seks dari teman-temannya. Akan tetapi sekarang tayangan seks edukasi datang langsung dari Hollywood, dan ini membuat orang-orang berharap mendapatkan pengalaman seks terbaik, papar Frank Furedi, sosiolog University of Kent, seperti dikutip okezone dari Telegraph, Kamis (4/3/2010).

Produk Hollywood yang dianggap melariskan penjualan viagra, di antaranya film Sex In The City dan Entourage. Lantas, mengapa orang begitu tertarik mengonsumsi viagra?

Ada cukup banyak penelitian bahwa viagra digunakan sebagai obat rekreasi untuk meningkatkan kinerja. Viagra digunakan untuk mengatasi kecemasan ketika berhubungan seks. Wanita juga menggunakannya, meski masih dipertanyakan, apakah pengguna mendapatkan kesenangan ekstra saat mengonsumsinya, jelas Furedi.

Menurut pedoman, viagra hanya boleh diresepkan untuk mereka yang memiliki masalah kesehatan primer lainnya, atau yang menderita stres berat karena impoten. Baru-baru ini, pemerintah Inggris membuat batasan dengan melakukan beberapa perbaikan pada penjualan viagra secara online. Pembatasan ini dilakukan untuk menghentikan kasus mereka yang diracuni viagra palsu yang biasanya dijual secara online.
(ftr) Sumber : www.okezone.com




Tidak ada komentar: