Selasa, 23 Agustus 2011

Tidak normal horny hanya dengan film porno

Akan menjadi masalah jika seseorang hanya bisa terangsang, bahkan mencapai orgasme hanya dengan menonton tayangan porno, dan bukan berhubungan seks dengan pasangan. (Foto: Ist.)

TAK sedikit pasangan memanfaatkan video porno untuk merangsang gairah seksnya sebelum menghadapi lawan main sebenarnya. Normalkah kebiasaan menonton film porno?

Bagi sebagian orang, film porno bak imajinasi tak realistis. Setiap adegan di dalamnya sangat jauh dari kenyataan karena hanya menampilkan pasangandalam hal ini wanitasebagai mesin libido. Namun, sebagian lainnya justru menikmati film porno dan menggunakannya untuk menambah variasi dalam kehidupan seksnya.

Dan memang tak sedikit pasangan yang gemar menonton film porno. Fakta ini seperti pernah diungkap kanal lifestyle di okezone yang sempat melakukan jajak pendapat kepada pembacanya dengan pertanyaan Apakah tayangan pornografi bagus untuk kehidupan seksual Anda?. Hasilnya, lebih dari sepertiga, yakni 109 responden (31,2 persen) mengatakaan menyukai film porno dan sering menikmatinya sendiri, baik atau tanpa dibarengi aktivitas masturbasi. Dan sebanyak 68 responden (19,5 persen) mengatakan senang menonton film porno bersama pasangannya.

Belakangan, marak beredar video porno artis diduga Luna Maya-Ariel dan Cut Tari-Ariel. Masyarakat luas bisa dengan mudahnya mengakses video tersebut dan banyak pula yang berniat menikmatinya bersama pasangan.

Membahas soal kebiasaan menonton film porno, androlog Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd FAACS angkat bicara. Menurutnya, untuk kalangan dewasa dan sudah berpasangan, aktivitas menonton video porno bukanlah masalah. Sebab biasanya, mereka menjadikan film erotis sebagai media untuk merangsang gairah seks atau sekadar kesenangan menikmati adegan intim.

Orang dewasa juga bisa memilah setiap adegan yang digambarkan dalam film porno; mana yang menurutnya masuk akal, dan mana yang hanya imajinasi di luar kemampuan, tegasnya usai talkshow Kebahagiaan Seksual Semu Ereksi Sub-optimal yang diselenggarakan Pfizer di Jakarta Theatre, Jakarta, Rabu (9/6/2010).

Androlog yang juga Ketua Asosiasi Seksolog Indonesia (ASI) ini mengumpamakannya seperti kita mendengar musik sambil belajar. Ada sebagian orang yang hanya bisa menyelesaikan tugas jika sambil mendengarkan musik, atau orang tertentu yang dengan mendengarkan musik rock, dia jadi semangat bekerja.

Namun akan menjadi masalah jika seseorang hanya bisa terangsang, bahkan mencapai orgasme hanya dengan menonton tayangan porno, dan bukan berhubungan seks dengan pasangan.

Hanya bisa terangsang oleh video porno, itu enggak normal. Kalaupun dikatakan kecanduan, seberapa banyak sih yang menderita? Sedikit, tegasnya.

Dampak video porno pada orang dewasa bisa jadi berbeda dengan anak-anak ataupun remaja. Dengan mengonsumsi tayangan mesum, mereka yang di bawah umur menyimpan gambaran ideal dan sempurna tentang aktivitas ranjang. Dan saat tiba waktu menikah alias punya pasangan, ia berhadapan realitas yang jauh dari gambaran sempurna yang sempat dilihatnya saat remaja.

Dengan membandingan seks di film porno dan seks bersama pasangan, berapa banyak mereka yang akhirnya memilih mencari pemuas seksual di luar rumah?, tukasnya.
(ftr) Sumber : www.okezone.com




Tidak ada komentar: