Minggu, 15 Mei 2011

Penyandang cacat vs disfungsi seksual

KETIKA berbicara tentang aktivitas seksual, pada umumnya kita hanya berpikir untuk kalangan orang yang secara fisik atau mental normal. Seakan-akan orang yang secara fisik atau mental tidak normal adalah makhluk aseksual, yang tidak mempunyai dorongan seksual.

Bahkan, bukan tidak mungkin muncul anggapan bahwa terlalu mengada-ada bila individu penyandang cacat masih mempersoalkan kehidupan seksualnya.

Padahal, mereka yang kebetulan mengalami cacat fisik atau mental juga adalah makhluk aseksual, sama seperti orang lain yang kebetulan sehat secara fisik atau mental.

Mereka memiliki dorongan seksual seperti manusia normal, tetapi karena cacat yang dialami sejak kecil atau akibat suatu penyakit atau kecelakaan, terjadilah keterbatasan atau gangguan yang dapat mengakibatkan disfungsi seksual atau hambatan dalam mengekspresikan dorongan seksualnya.

Apakah fungsi seksual penyandang cacat terganggu?

Menurut Prof Dr Wimpie Pangkahila dalam bukunya Seks yang Membahagiakan, sebenarnya penyandang cacat tidak pasti mengalami disfungsi seksual. Ada tidak disfungsi seksual sangat tergantung pada jenis kecacatan yang memengaruhi bagian tubuh yang berkaitan dengan fungsi seksual.

Walaupun secara fisik tidak terdapat kecacatan yang mengganggu fungsi seksual, mungkin saja tejadi disfungsi seksual karena hambatan psikis akibat kecacatan yang dialami.

Pakar andrologi dan seksologi ini pun menuturkan, beberapa faktor psikis yang mungkin dialami oleh penyandang cacat ialah munculnya berbagai perasaan seperti bersalah, cemas, depresi, menyesal, dan perasaan rendah diri. Perasaaan seperti ini merupakan faktor psikis yang dapat mengakibatkan disfungsi seksual atau semakin memperberat masalah seksual yang terjadi.

Disfungsi seksual apa yang mungkin dialami oleh penyandang cacat?

Jenis disfungsi seksual yang terjadi pada penyandang cacat tentu tergantung pada jenis dan lokasi kecacatan.

Beberapa kecacatan yang dapat menimbulkan disfungsi seksual antara lain, kerusakan sumsum tulang belakang, tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita.(nsa)

Sumber : www.okezone.com




Tidak ada komentar: