Seperti diketahui, disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan pria mempertahankan ereksi secara konsisten umumnya disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah ke penis.
Berdasarkan survei AP SHOW Global, sebagian pria dengan kesulitan ereksi masih memiliki gairah, berkeinginan untuk meraih orgasme, dan mengalami ejakulasi cairan semen. Kesulitan ereksi terkait dengan kemampuan membuat atau mempertahankan ereksi dan tidak berarti kehilangan keinginan dalam seksual atau menjadi mandul. Mendapat kesulitan ereksi tidak berhubungan dengan kekuatan, kejantanan, atau keinginan dari sang pria.
Hal ini dibenarkan oleh Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS yang hadir di peluncuran program "Maximizing You:10 years of MagniVicent Satisfaction Pfizer Indonesia".
"Kalau terjadi gangguan ereksi, atau ereksinya hilang tiba-tiba, itu bukan disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi itu kalau pria sering mengalaminya," ungkap Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali ini.
Tak hanya itu saja, Wimpie juga mengungkapkan masalah DE terjadi dengan diawali masalah ketidakpuasan sepasang insan saat bercinta.
"Kalau tidak salah, hampir 50 persen pria di Indonesia mengaku tidak puas dengan ereksi yang dialaminya. Itu dibenarkan dengan pasangannya. Pasangannya berarti tidak puas. Saya pikir kalau ini terjadi, kegiatan seksual pasangannya berkurang. Kalau pasangannya tidak merasakan kepuasan seksual yang optimal, pasti ada sesuatu yang kurang pada kehidupan seksual pasangan tersebut. Sehingga akan memengaruhi kualitas hidupnya," ujar dr Wimpie.
DE bukan hanya menjadi masalah yang dapat menjadi besar bagi kaum Adam. Jika DE tidak ditangani dengan baik, ternyata pasangan Anda dapat merasa tidak puas. Bisa jadi malah Anda dituduh tidak mencintai atau ingin bercinta dengan dia lagi.
Menjawab permasalahan tersebut, Wimpie mengimbau untuk pria yang mengalami DE segera mengatasi masalahnya tersebut. Yakni dengan melakukan komunikasi efektif dengan pasangannya.
"Karena itu, keluhan ini harus diatasi. Jangan dibiarkan terlalu lama. Dan untuk itu perlu komunikasi yang cukup baik antara pasangan suami istri. Komunikasi jelas diperlukan. Komunikasi yang terbuka. Suami tidak perlu malu bertanya pada istrinya, apakah kamu sudah cukup puas atau tidak. Sebaliknya, istri tidak perlu malu bertanya apakah kamu sudah cukup puas apa tidak. Kalau ada keluhan harus diatasi bersama," imbuhnya.(nsa)
Sumber : www.okezone.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar