Andrew Eisner, Director of Community and Content Retrevo menyebutkan telah melakukan survey terhadap 1.000 orang Amerika. Hasilnya, orang tampak terobsesi untuk saling menukar informasi dengan teman, keluarga, dan rekan sekerja.
Di antara pengguna media sosial, tampak lebih dari separuh pengguna sangat terjerumus pada Facebook dan Twitter, kata Eisner, seperti VIVAnews kutip dari blog resminya, 22 Maret 2010. Mengunjungi kedua situs itulah yang pertamakali mereka lakukan saat bangun tidur, bahkan sebelum turun dari ranjang, ucapnya.
Sekitar 16 persen pengguna media sosial menyatakan bahwa itulah cara mereka mendapatkan berita pagi dan menggantikan sumber berita konvensional seperti koran ataupun televisi.
Survey berjudul Retrevo Gadgetology itu menunjukkan bahwa 48 persen responden mengupdate Facebook atau Twitter di tengah malam atau segera setelah mereka terbangun. Sebanyak 19 persen pengguna berusia di bawah 25 tahun menyebutkan bahwa mereka melakukan itu setiap saat mereka terjaga dari tidurnya, sedangkan 11 persen responden berusia di atas 25 tahun melakukan hal yang sama.
Yang lebih parah, orang-orang tampaknya bersedia menghentikan makan malam, langkah ke kamar mandi, atau saat di tengah-tengah bercinta untuk meng-update status.
Buktinya, 40 persen responden tidak keberatan diganggu oleh pesan teks di setiap saat, 32 persen bersedia diganggu saat sedang makan, dan 7 persen bersedia memeriksa pesan saat sedang berada dalam momen intim dengan pasangan. Bahkan 11 persen responden berusia di bawah 25 tahun bersedia berhenti sejenak saat berhubungan seks untuk membalas pesan, sementara 24 persen mereka bersedia menjawabnya di kamar mandi.
Eisner mengatakan bahwa ia tidak bermaksud menyebutkan bahwa situs jejaring sosial berbahaya bagi manusia. Saya hanya khawatir dengan data-data yang ditunjukkan oleh survey ini, ucapnya.
Kami memang tidak berkompeten untuk menyatakan sedang terjadi krisis sosial media, kata Eisner. Tetapi ketika hampir separuh pengguna menyatakan bahwa mereka memeriksa Facebook atau Twitter di tengah malam atau saat mereka terbangun, tentu orang-orang ini bisa disebut mengalami kecanduan terhadap situs media sosial, ucapnya.
Sumber : www.vivanews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar