Namun bukan berarti seks berbuntut cumbuan atau cumbuan berbuntut seks. Menurut A Kasandra Putranto, Psi, dari Kasandra Persona Wacana, rangsangan pada setiap orang itu sama.
"Intinya harus mengenali terlebih dahulu pasangannya masing-masing. Jadi kegiatan bercinta tidak harus dimulai dari imajinasi sampai sentuhan-sentuhan saja. Karena dapat dimulai dari joke hingga memberikan pelayanan pada pasangan baik itu membuatkan minuman atau sekadar makan coklat bareng," ungkap Kasandra ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Jumat (29/2/2008).
Meski demikian, cumbuan yang sensual tak jarang membuat ereksi pria dan wanita merasakan kelembaban pada alat kelaminnya. Tak jarang ini terjadi pada pasangan baru yang sedang beradaptasi dengan sentuhan dan cumbuan pertama. "Memang ada sebagian orang menganggap cumbuan bibir bagaikan alternatif hubungan intim," ungkap Kasandra.
Anda bisa menjadi orang yang sangat dicintai, mencintai, puas, dan menjadi penuh sensualitas saat Anda saling bercumbu saat itu. Kegiatan ini dapat diawali dengan mendaratkan bibir Anda perlahan dan menggoda. Ciumlah perlahan dengan penuh imajinasi di bagian mata, tangan, telinga, leher, dan bibirnya. Bila Anda sudah merasakan rangsangannya, tambahkan intensitas cumbuan dengan ciuman yang lebih mendalam.
Tak hanya sebatas itu saja, lanjutnya, sentuhan sensual melalui bibir lebih membangkitkan gairah dibanding sentuhan tangan. "Meski bagian yang rawan seperti leher, payudara, puting, perut, kaki, paha hingga jari kaki seseorang kerap membangkitkan gairah seksualitas. Namun, tidak semua orang sama. Karena itu, harus mengenali kembali pasangan masing-masing karena G-spot seseorang berbeda dengan yang lainnya," ucap wanita berkulit hitam manis ini. Bagaimana, sudah siap merangsang gairah pasangan? (mbs)
Sumber : www.okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar