Aceng, seorang pemilik kios alat bantu seks di Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, mengaku mendapat banyak telepon dari pelanggan menanyakan produk itu. "Saya awalnya kaget dan tidak tahu ada barang seperti itu," katanya, Rabu, 21 Oktober 2009.
Banyaknya pelanggan yang berniat memesan produk itu membuat Aceng mulai mencari tahu cara mendatangkan produk asal China itu. "Sekarang saya memang tidak jual, tapi kalau sudah ada kiriman barangnya pasti akan saya informasikan ke pelanggan," ujarnya.
Artificial Virginity Hymen didistribusikan perusahaan asal China, Gigimo, dengan harga US$ 30 atau lebih Rp 300 ribu. Alat tersebut akan mengeluarkan cairan berwarna merah yang menyerupai darah saat sedang berhubungan seks. Sehingga bisa menimbulkan kesan masih perawan.
Gigimo mengiklankan produknya di semua negara Arab. Sebagian besar warga Timur Tengah masih menganggap kegadisan adalah harga mati yang harus dimiliki seorang perempuan.
Di Mesir, produk itu dilarang beredar. Para politisi Mesir menganggap peralatan seks tersebut bisa menimbulkan kekacauan moral. Sebagian besar politisi yang beragama Islam, ingin segera menghentikan peredarannya termasuk yang djual di pasar gelap. Mereka berencana untuk memasukkan ke dalam penjara orang yang menyebarkannya, karena dianggap menyebarkan dosa dan tindakan amoral.
Sumber : www.vivanews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar