Lebih celaka lagi, para peneliti juga menambahkan bahwa obat kuat semacam Viagra dapat meningkatkan resiko ituterutama karena kaum duda paling gampang termakan berbagai iklan obat untuk menggenjot kejantanan mereka.
Sebagaimana dijelaskan peneliti dari Universitas Harvard, Kirsten Smith, resiko bagi orang berusia lanjut terjangkit penyakit kelamin sebetulnya masih sangat rendah, sekitar 1 persen saja.
Meski demikian, Smith melanjutkan, orang yang telah berumur perlu waspada bahwa mereka punya resiko tertular infeksi kelamin jika bersetubuh dengan partner seks baru setelah kematian istri mereka. Kesimpulan ini ditarik dari penelitian yang melibatkan data dari 400 ribu pasangan Amerika yang berumur antara 67 sampai 99 tahun pada tahun 1993.
Dalam tempo enam bulan hingga satu tahun setelah istri mereka meninggal, para duda punya resiko sebesar 16 persen untuk terinfeksi penyakit kelamin. Tapi, untuk kaum duda-baru, resiko ini meningkat jadi 83 persen setelah tahun 1998. Ini adalah tahun di mana Viagra mulai dilempar ke pasar untuk mengobati masalah lemah-syahwat.
Untuk lelaki berumur 67 tahun atau lebih, kelompok umur yang kami teliti, penggunaan obat kuat bisa berkontribusi pada munculnya resiko itu, karena membuat mereka jadi sanggup kembali berhubungan seks, kata Smith.
Gonorrhea adalah penyakit kelamin yang paling banyak ditemui pada lelaki, studi itu mencatat lebih lanjut.
Penelitian ini dirilis 17 September lalu pada edisi online jurnal kesehatan bergengsi di Amerika Serikat, American Journal of Public Health (sumber: YahooNews/HealthDay).
Sumber : www.vivanews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar