Begitupun meski dilakukan dengan pasangan resminya, tidak serta merta bebas mereka lakukan sekehendak hati dengan menerjang segala "aturan" dan norma-norma dengan hanya mengedepankan kenikmatan serta kelezatan semata-mata yang hendak mereka dapatkan. Sesungguhnya dibalik kenikmatan yang bisa didapatkan dari hubungan seks, tersembunyi sesuatu yang bisa jadi sangat mengerikan. Sesuatu itu berupa penyakit akibat hubungan seks atau penyakit kelamin yang terus "mengintip" dan siap menerjang sebagai konsekuensi penghalalan segala sesuatu yang dilakukan manusia.
Penulis Ki Guno Asmoro dalam bukunya "Kamasutra & Kecerdasan Seks Modern" menjelaskan, tujuan hubungan seks seharusnya adalah mencapai dan mendapatkan kebahagiaan bersama. Seks bukan digunakan untuk mencari kepuasan diri semata-mata dengan mengabaikan kepuasan pasangannya.
"Egoisme atau sifat mementingkan diri seharusnya tidak menyertai hubungan intim ini. Hubungan seks adalah bentuk ?~kerja sama" yang sudah seharusnya dilakukan dengan pedoman saling menguntungkan kedua belah pihak," jelasnya.
Agar hubungan seksual dapat berjalan sesuai dengan "statusnya", Ki Guno Asmoro memberi rumus singkat yang patut diketahui.
Pengetahuan Tentang Kebersihan dan Kesehatan Diri
Hubungan seksual yang berhasil dan memuaskan tentu dimulai dari kebersihan dan kesehatan diri dari masing-masing pelakunya. Kebersihan dan kesehatan yang pokok sesuai dengan fungsi utamanya untuk bercinta adalah Kebersihan dan kesehatan mulut, termasuk lidah dan gigi. Kebersihan dan kesehatan tangan, termasuk jari-jari tangan, dan Kebersihan dan kesehatan organ-organ seksual.
Sehubungan dengan kebersihan dan kesehatan ini, tidak dapat dilupakan perihal bau yang tidak sedap, baik bau badan maupun bau yang terdapat pada organ kelamin, yang pasti akan mengganggu kenyamanan dan juga kenikmatan ketika berhubungan seksual yang akan berdampak pada hubungan seksual itu sendiri nantinya.
Pengetahuan Hubungan Seksual
"Rumus" berhubungan seksual secara sederhana dapat dibagi menjadi tiga bagian penting, yakni sebelum, selama, dan setelah berhubungan. Hal terpenting sebelum berhubungan seksual adalah adanya tindakan perangsangan yang maksimal sebelum akhirnya keduanya "bertempur".
Perangsangan ini sangat penting untuk dilakukan, terutama bagi perempuan. Selain agar perempuan benar-benar dapat "siap", perangsangan maksimal ini akan dapat membantunya untuk mencapai orgasme.
Terdapat masalah yang biasanya dihadapi lelaki dan perempuan selama keduanya berhubungan seksual, yaitu bagi lelaki adalah bagaimana caranya agar dirinya tidak cepat ejakulasi, sementara bagi perempuan adalah bagaimana caranya agar dirinya lekas mendapatkan orgasme.
Kondisi yang bertolak belakang ini kerap memunculkan problem, terutama bagi lelaki yang secara "naluriah" memang mudah sekali ejakulasi. Jika lelaki tidak mampu mengendalikan diri hingga akhirnya ia mengalami ejakulasi dalam waktu yang singkat, akibat yang ditimbulkan adalah kekecewaan yang akan dialami pasangannya karena tidak dapat mencapai orgasme. (tty)
Sumber : www.okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar