Baru-baru ini, sebuah survei yang dilakukan Opera North menemukan fakta, sebanyak 4 dari 10 wanita berselingkuh dengan pria yang bukan suaminya. Hasil ini sungguh mencengangkan, pasalnya hanya 3 orang dari 10 pria pria dalam survei tersebut yang berselingkuh . Hasil poling tersebut diambil dari 3.000 partisipan.
Dari penelitian tersebut ditemukan 5 wanita mengaku merasa "deg-degan" ketika terlibat dalam suatu affair dengan pria lain. Salah satu dari 4 wanita tersebut juga mengakui bahwa sex appeal pria lainnya membuatnya tertarik untuk menjalin hubungan.
Wanita lebih mudah berselingkuh saat hubungan rumah tangganya sedang diguncang masalah. Salah satu wanita mengungkapkan alasannya, karena pasangannya yang suka mabuk-mabukan. Lebih dari 10 wanita turut juga mengungkapkan bahwa mereka tidak mungkin akan tetap bisa setia.
Lalu, apakah ini penyebab maraknya wanita yang mendua di zaman sekarang?
"Meskipun penjabaran di atas adalah hasil dari studi dengan sebanyak 3.000 wanita. Saya pikir kita harus lebih lebih teliti perihal penelitian yang dilakukan di sini," ujar Relationship Psychotherapist Leila Collins melalui TheSun , Selasa (08/09/09).
Untuk membulatkan hasil statistik dari penelitian tersebut dibutuhkan informasil lebih mengenai para wanita itu. Sebab menurut Leila, hal ini agar sesuai dengan background dari setiap pasangan.
Wanita yang lebih mandiri, sangat baik dalam urusan financial, dan memiliki persamaan hak dengan pria disinyalir bisa membuat wanita lebih mudah berselingkuh.
Pria merupakan makhluk visual bukan rahasia lagi. Bila pria sedang bekerja di kantor, lalu ia main mata dengan wanita lain, itu tidak aneh. Namun ternyata, wanita juga memiliki kesempatan sebanding ketika ia berada di kantor.
"Kesempatan bertemu dengan orang baru selain pasangannya, bisa menumbuhkan bibit-bibit asmara jika tidak dikelola dengan baik. Dengan kata lain, wanita kareir yang sudah berkeluarga berada dalam dilema dalam kondisi tersebut. Bekerja dengan jam kerja lama, mengurus serta mendidik anak, dan tetap bersosialisasi dengan teman-temannya," jelas Collins.
Kurangnya waktu untuk keluarga, baik untuk pasangan maupun untuk sang buah hati merupakan faktor terbesar pemacu terjadinya perselingkuhan. Collins turut memaparkan, bahwa alasan kepuasan seksual dan permainan emosional wanita merupakan kunci dari dimulainya sebuah perselingkuhan. (nsa)
Sumber : www.okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar