Sabtu, 19 Maret 2011

Dilarang ngeseks, pemain piala dunia bisa swalayan

PERHELATAN akbar Piala Dunia 2010 tengah berlangsung. Banyak aturan yang diterapkan oleh pelatih kepada pemain untuk menjaga performa mereka selama Piala Dunia. Mulai dari pola makan yang dijaga sampai ke hal-hal pribadi, seperti seks. Alasannya hampir sama, mereka ingin pemain fokus pada pekerjaan utama: menang, menang, dan menang.

Jika dilihat alasan munculnya larangan-larangan itu, bisa dimaklumi bahwa setiap pelatih timnas menginginkan para pemainnya mematuhi aturan itu demi hasil terbaik bagi timnya. Melakukan hubungan seks dianggap akan sangat menguras tenaga pemain saat di lapangan. Seks juga bisa memengaruhi konsentrasi pemain.

"Sebetulnya bagi pemain, seks menjadi stress release. Tapi namanya manusia suka kadang-kadang lupa atau berlebihan, makanya dicegah dengan konsentrasi terhadap latihan dan turnamen. Jadi ini melibatkan emosi, psikologis control. Kalau tidak ngeseks, lari ke latihan," ungkap androlog dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Dr Anita Gunawan MS, SpAnd, saat berbincang dengan okezone melalui telepon genggamnya, Senin (14/6/2010).

Lantas, apa efek yang akan diterima para pemain saat hasrat seksnya tidak tersalurkan? Apalagi, jika peraruran itu harus dihadapi selama satu bulan penuh?

"Ini kan termasuk hak asasi manusia. Yang penting dia (para pemain) dilarang seks dengan lawan mainnya (pasangannya). Kalau kebelet, paling-paling onani, seks swalayan," imbuh konsultan seks kanal lifestyle okezone itu.

Dengan alasan setiap pelatih ingin para pemainnya tetap berkonsentrasi pada turnamen, maka pemain harus memanfaatkan setiap waktu untuk memikirkan lawannya di pertandingan berikutnya. Kehilangan waktu barang sebentar pasti bisa membuyarkan fokus pemain terhadap instruksi yang sudah ditanamkan sang pelatih saat latihan.

Namun, bukan berarti semua pelatih menerapkan kebijakan yang sama. Ada juga pelatih yang membolehkan pemainnya ngeseks disela-sela jadwal tanding mereka.

"Peraturan-peraturan ini otoritas klub itu sendiri. Tidak bisa diintervensi. Ada juga pelatih yang tidak menerapkan peraturan ini. Misal, seminggu sekali boleh ngeseks. Jadi enggak bisa dibilang 1+1=2, atai 2+2=4. Semua tergantung kepada kebijakan dari timnya masing-masing," pungkas Anita.(nsa)

Sumber : www.okezone.com




Tidak ada komentar: