Ternyata keluhan yang menyangkut kehidupan seksual pasangan suami-istri (pasutri) merupakan persoalan klasik. Apalagi bagi pasangan yang telah lama menikah dan telah bertambah usia. Umumnya, kondisi seperti itu akan mengakibatkan kenikmatan seksual hanya dirasakan oleh salah satu pihak yang pada akhirnya menimbulkan kejenuhan.
"Seiring dengan faktor bertambahnya usia dan adanya proses yang ikut menua dalam tubuh seseorang, maka biasanya hubungan intim sudah jarang dilakukan," tutur dr I Putu Gede Kayika SpOG(K), Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Jumat (14/3/2008).
Menurutnya, beberapa masalah yang menyebabkan penurunan kualitas hubungan seksual dengan pasutri adalah karena menurunnya fisik dan psikis. Stamina dan kebugaran fisik memberikan efek langsung terhadap kesehatan tubuh secara utuh.
Masalah kebugaran fisik ini sering dipengaruhi oleh pertambahan usia, yang menyebabkan respon faali organ seks menurun. Sensitivitas susunan saraf melorot, dan kecepatan terangsang terhadap stimulasi (rangsangan) seksual pun menjadi lambat. Kondisi ini pada setiap orang tentu berbeda tingkatannya.
Menurutya, di usia muda, orang yang sehat tidak butuh waktu lama untuk terangsang dan siap berhubungan seks. Setelah usia menua, waktu yang diperlukan untuk terangsang menjadi lebih lama.
"Berkurangnya kadar hormon testosteron pada pria dan estrogen pada perempuan, sering dinyatakan sebagai penyebab menurunnya gairah seksual," jelas dokter kelulusan Universitas Indonesia yang mengambil gelar program spesialis di almamaternya itu.
Pada wanita, lanjutnya, penurunan seks cenderung disebabkan oleh bertambahnya usia. Gejala yang paling menonjol adalah kulit dan vagina mengering, perubahan mental, seperti menurunnya kepercayaan diri, depresi, gairah kerja merosot, vitalitas hidup menurun, putus asa, dan stres.
"Dengan kondisi tersebut akan membuat kulit tidak sekencang dulu dan keriput. Sedangkan dari dalam tubuh akan membuat turunnya fungsi indung telur yang menghasilkan hormon. Kondisi berkurangnya hormon, akan mengganggu hubungan intim dengan pasangan. Dengan demikian membuat berkurangnya dorongan untuk melakukan aktivitas seksual. Atau meskipun ada, biasanya susah mengalami rangsangan karena ada gangguan pada kondisi fisik dan psikisnya," terang dokter dari Rumah Sakit Mitra Internasional Jatinegara dan RSCM itu.
Nah, agar hal ini tidak terjadi, perlu dilakukan usaha secara terus-menerus di antaranya berolahraga teratur, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang akan memastikan kecukupan pasokan protein, vitamin, mineral, dan sebagainya.
"Olahraga secara teratur akan memperlancar peredaran darah dan membantu mengembalikan fungsi organ-organ seksual. Lebih dari itu, olahraga juga dapat mencegah berbagai penyakit yang mungkin akan mengganggu fungsi seksual," papar staf pengajar Fakultas Kedokteran UI dan Pasca Sarjana UI khusus untuk kajian wanita itu.
Menurutnya lagi, keindahan kehidupan seksual memang sangat tergantung pada kesehatan fisik dan mental yang prima. Karena itu, latihlah mental, sosial, fisik, dan spiritual secara menyeluruh sejak dini.
"Tak hanya itu saja, dengan bertambahnya usia maka perhatian antara pasutri pun sebaiknya ditingkatkan. Serta jalankan ibadah yang baik agar tidak ada rasa khawatir atau cemburu," imbuhnya.
Jadi, hubungan seks pada usia senja tetap dapat dilakukan karena pada umumnya wanita sudah tidak mengalamai menstruasi jadi tidak ada kekhawatiran hamil.
"Dengan kondisi seperti ini, biasanya semakin sulit untuk terangsang. Karena itu, hal yang paling penting diperhatikan adalah saling menyadari dan mendukung dengan melakukan pemanasan yang lebih lama," pungkasnya. Bagaimana, masih siap bertempur? (tty) Sumber : www.okezone.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar