Minggu, 02 Oktober 2011

Titik api pria sejati

BAGI sebagian besar pria, seks hanyalah sebatas penetrasi dan ejakulasi, bahkan kadang tanpa komunikasi. Padahal, perempuan membutuhkan lebih dari sekadar penetrasi. Pemanasan misalnya, selalu menjadi titik api perempuan untuk mendapatkan orgasme. Sayang, lelaki jarang yang memahami hal ini.

Dalam berhubungan seks, hal-hal yang bersifat visual sangat memegang peran penting. Dalam pemanasan, hal yang visual ini memenuhi hampir 70 daya rangsang. Karena itu, jadilah lelaki sejati, yang melakukan hubungan seksual tak hanya fokus pada penetrasi dan ejakulasi, tapi juga ciuman, rangsangan, dan komunikasi akrab, terutama pascaorgasme. Kami menuntun Anda menjadi pencumbu sejati.

1. Ciptakan suasana yang romantis.

Dalam aktivitas seks, suasana membentuk dan mempengaruhi kesiapan emosi yang diperlukan dalam proses pemanasan. Pada kebanyakan wanita, suasana rileks, tidak tergesa-gesa dan lembut yang menggambarkan romantisme merupakan kebutuhan yang diimpikan.

Banyak pria yang mengerti hal ini, tapi tak melakukannya. Meskipun suasana seperti itu lebih banyak ditemukan dalam novel dan film percintaan, tapi para pria bisa mewujudkannya.

Musik lembut, lampu temaram, foto kenangan atau suguhan film yang mengagungkan cinta dan kasih sayang dapat disiapkan sebagai awal atau selama pemanasan wanita. Anda bersiaplah menerima kejutan.

2. Tempat yang spesial.

Spesial di sini bukan berarti harus mahal, tapi nyaman dan terjamin. Bagi perempuan, tempat yang tidak nyaman akan membuat dia suntuk menikmati hubungan itu. Kefokusan itu yang sangat penting, yang membuatnya bebas mengekspresikan segala yang dia rasakan, mengerang, ataupun menjerit.

3. Berpakaian sensual.

Pasti Anda akan tertawa? Padahal, inilah kenyataannya. Para pria, tentu sangat suka jika pasangannya berpakaian seksi, menggoda, berbaju tipis, daster dan parfum yang merangsang. Nah, ternyata, kaum perempuan pun menyukai pemandangan yang begini. Mereka pun menyukai lelaki yang rapi, bersih, dan seksi. Telanjang dada, mulut wangi, dan bau tubuh yang enak. Jadi, jangan habis mabuk mengajak bercumbu?

4. Komunikasikan keinginan Anda.

Seks yang optimal terjadi karena kesamaan keinginan. Karena itu, katakan keinginan dan fantasi Anda. Mungkin Anda ingin mencumbunya dengan cara tak lazim, mengoral atau mengelus wilayah intimnya. Ia akan kaget jika tak dikatakan, tapi akan menikmati jika Anda meminta izinnya. Kesamaan keinginan ini sangat utama.

5. Rayulah.

Kata-kata yang romatik, keluhan nikmat, ataupun rintihan akan sangat merangsang pasangan Anda. Ketika bercumbu, pujilah kulitnya, matanya, bibirnya, atau kelembutan dadanya. Ia akan sangat terangsang. Kata-kata manis ini akan memicu dan memacu gairahnya.

6. Pahami titik erotiknya.

Ini vital. setiap perempuan memiliki titik erotik yang memang hampir sama. Tapi, mana yang paling memberikan sensasi sangat berbeda. Ketahuilah hal itu dari sentuhan Anda, mana yang membuat dia paling mengerang dan terangsang. Pelajari terus titik erotik ini, dan tingkatkan daya rangsang Anda. Payudara, ketiak, bawah telinga, pangkal paha, vagina dan klitoris adalah titik puncak itu. Eksplorasi di titik ini akan sangat melenakannya.

7. Tentukan waktunya.

Jika rangsangan sudah Anda lakukan, tentukan kapan penetrasi. Ini penting. Jangan terlalu cepat, di saat dia belum sungguh terangsang, juga jangan terlalu lambat, sehingga dia lelah menunggu. Mungkin, waktu yang agak pas, 20 menit setelah rangsangan cukup untuk Anda mulai lakukan penetrasi. Pahami keadaan dia akan orgasme, dan jangan mempercepat gerakan Anda. Tenang saja, dan biarkan dia mendapatkan orgasme yang panjang dengan nikmat, baru Anda menyusul kemudian.
Nah, kini, Anda siap jadi lelaki sejati, dengan "pemanas titik api". (geocities.com)(tty) Sumber : www.okezone.com




Sex toys bukan pengganti pasangan

NAMANYA sex toys. Namun, mainan yang satu ini bukan untuk anak-anak di bawah umur. Dalam kondisi tertentu, bisa dimanfaatkan untuk meraih kepuasan bersama pasangan. Syaratnya, jangan kebablasan!

Entah karena malu atau alasan lain, rata-rata tidak banyak orang yang mau membicarakan penggunaan alat bantu seks secara terbuka. Mereka memandangnya sebagai urusan pribadi. Belum lagi, banyak yang tidak tahu mengenai legalitasnya.

Aturan hukum di negeri kita menyangkut keberadaan sex toys, belum jelas. Beberapa kali terbetik berita, aparat Bea dan Cukai menggagalkan penyelundupan alat bantu seks di bandara maupun pelabuhan laut. Jadilah keberadaan alat ini seperti barang haram.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang alat bantu seks, pemaparan Ahmad Fauzi Suryasoemirat dalam bukunya Seks, Fakta, & Mitos berikut bisa menjawabnya:

Adapula pembeli yang membawa alat bantu seks dari luar negeri seperti Thailand atau Singapura. Namun, sesampai di bandara, ternyata langsung disita aparat Bea dan Cukai.

Meski sepertinya tabu dan terlarang, nyatanya sulit untuk mendapatkan alat bantu seks di negeri sendiri. Simak saja iklan-iklan yang terpampang bebas di media-media cetak tertentu di tengah kerumunan iklan obat-obatan keperkasaan, akan tertera "penis elektrik getar goyang", "penis elektrik maju mundur", "vagina getar goyang", atau "boneka full body 165 cm". Nama-nama imajinatif yang merupakan ciptaan penjualnya saja.

Selain alamat, pada iklan-iklan itu juga tertera nomor telepon. Cukup memencet tombol teleponnya, lalu pembeli bisa bertanya mengenai jenis barang, ketersediaan, sampai harganya.

Di internet, alat bantu seks juga ditawarkan lewat situs-situs web tertentu dari luar negeri. Setiap situs pedagangan online ini menawarkannya komplet dengan gambar, fungsi, dan harga. Cukup menuliskan nomor kartu kredit, barang akan dikirim ke rumah melalui jasa pengantar barang.

Alat khusus dengan cara khusus

Rasanya, tak salah jika keberadaan alat bantu seks selalu dikait-kaitkan dengan kebutuhan wanita.

Dilihat dari ragam bentuknya, dapat dipastikan penggunanya kebanyakan kaum hawa, meski alat-alat berbentuk kelamin pria juga banyak digunakan kaum gay.

"Beralasan jika perempuan banyak yang menggunakannya, karena lelaki lebih mudah terangsang dan gampang disalurkan. Waktu yang digunakan untuk mencapai orgasme pada lelaki, meski relatuif, kebanyakan lebih cepat," ungkap survei di Amerika Serikat pada dekade 1990-an.

Dalam perkembangannya, alat bantu seks memiliki bentuk yang beragam. Vibrator digerakkan dengan tenaga listrik dan baterai dengan bentuk beragam. Untuk wanita mulai dari replika Mr P, batangan lonjong, bulat telur, atau seperti bentuk hewan tertentu.

Dengan getaran lembutnya, alat-alat jenis vibrator biasanya digunakan untuk merangsang bagian-bagian tubuh tertentu sesuai dengan sensitivitas masing-masing pemakainya.

Sementara dildo, yang pengunaannya dimasukkan ke dalam Miss V bisa digunakan sendiri atau meminta bantuan pasangan. Kebanyakan berbentuk replika penis atau bulatan lonjong.

Pria juga mengenal alat bantu seks berbentuk sex dolls, boneka seks. Alat ini bisa berbentuk boneka utuh seperti dakocan, boneka potongan pinggul wanita, atau berbentuk potongan vagina.

Seperti dildo, ragam boneka seks juga tak kalah banyaknya. Bentuknya amat bervariatif. Seperti bentuk pria dari berbagai ras, wajah bintang film, atau boneka binatang. Beberapa boneka dilengkapi fungsi getar untuk menambah sensasi si pemakai yang dikategorikan vibrator.

Kendati sudah mulai "diterima" masyarakat, namun alat bantu seks ini tidak boleh menggantikan pasangan yang sesungguhnya.

"Sebaiknya jangan, karena efeknya jangka panjang, yaitu bisa menggantikan pasangan yang sesungguhnya," imbuh salah seorang ahli kesehatan.

Penggunaan alat bantu juga tidak dianjurkan meski dengan alasan yang masuk akal. Seperti salah satu pasangan sedang tidak bisa melakukan hubungan seks, sedang berada di luar kota, sakit sementara, dan sebagainya.

"Jika memang mencoba sendiri tanpa pasangan, lama-lama akan terbiasa, lalu pemakai itu mencapai titik di mana tidak membutuhkan pasangan lagi," pungkas seorang dokter.
(nsa) Sumber : www.okezone.com




Permainan seks menggoda

BAGI pria, seks bisa dilakukan darurat. Tak peduli apapun yang sedang dikerjakannya, mereka bisa siap bercinta hanya dalam hitungan menit. Kenyataan ini sangat jauh berbeda dengan wanita.

Wanita lebih peduli dengan intimasi dan gairah ketimbang orgasme. Tak heran bila banyak wanita lebih suka dimanja daripada memenuhi target bercinta dalam seminggu.

Dr Sandra Leiblum, seksolog mengatakan, Bagi wanita, saat menginginkan seks, maka itu haruslah sangat bernilai.

Karenanya, untuk memotivasi seksualitas pasangan, Anda harus menjadikan hubungan intim memesona baginya. Jadi, dia tak akan lagi beranggapan bahwa ngeseks dengan Anda adalah hal menyebalkan.

Berikut berbagai cara membuat pasangan mudah terangsang, seperti dilansir Askmen.

Nikmati sensasi erotisme berdua

Berbeda dengan keyakinan banyak pria, wanita sangat menyukai sensasi erotisme. Mereka lebih memilih erotisme kata-kata ketimbang gambar atau visual. Karena itu, cobalah baca sebuah cerita bertemakan seks berdua, bisa dari buku, majalah, atau situs internet.

Pilih cerita yang jalan ceritanya sesuai dengan hasrat seks Anda berdua.Jika Anda ingin memberi rangsangan erotis dalam bentuk visual, pilihlah film dengan jalan cerita romantisme yang jelas. Cerita yang menekankan gairah dan hubungan di antara pemerannya.

Eksplorasi fantasi seksnya

Minta ia mengungkapkan fantasi seksnya. Intimasi menuntut adanya sebuah pengakuan, apa yang bisa merangsangnya secara seksual. Tapi, persiapkan diri atas fantasi seksnya yang mungkin di luar dugaan.

Merangsang diri sendiri

Banyak wanita tidak bisa terangsang karena bertumpuknya masalah yang harus dipikirkan sehingga mengganggu konsentrasi selama bercinta. Untuk membuatnya rileks dan melupakan sejenak masalah yang ada, ajak dia berkaca di depan cermin dan katakan aksi yang ingin Anda lancarkan dengannya malam ini.

Gambarkan secara verbal tiap aksi foreplay sebelum Anda melakukannya. Lalu mulailah mencium leher dan bahunya, sentuh lembut puting payudaranya setelah Anda melucuti bajunya.

Kemudian, tanggalkan pula celananya dan bergeraklah perlahan ke bokongnya. Minta ia duduk di kursi depan cermin dan menyentuh bagian vulvanya. Arahkan tangannya saat ia melakukan aksi merangsang diri sendiri.

Agar lebih maksimal, Anda bisa menyarankannya untuk mengoleskan minyak hangat untuk bibir Miss V-nya. Minta ia menjelaskan sensasi yang sedang dirasakan. Setelah itu, dia pasti akan mengatakan, siap bercinta dengan Anda malam ini.

Role playing

Teknik berikut adalah variasi lain untuk mengeksplor fantasi seksnya, juga Anda, yaitu dengan memainkan peran penari bugil. Jika dia merasa nyaman saat meliuk-liukkan tubuhnya di hadapan Anda, Anda bisa merekamnya dalam sebuah video.
Putar kembali hasil rekaman tersebut untuk ditonton bersama sebelum cerita berhubungan intim. Anda pasti akan terkejut melihat fantasi seksnya yang selama ini tak pernah ia tunjukkan.

Menjadi budak nafsu

Sebenarnya, banyak wanita ingin sekali pasrah saat berhubungan intim dengan pasangan. Layaknya seorang budak nafsu.

Katakan padanya apa yang ingin Anda lakukan pada tubuhnya malam ini (bisa lewat sebuah catatan, pesan suara, atau email). Minta ia menyiapkan diri, misal dengan mengenakan lingerie super seksi yang membuat kedua payudaranya menyembul dan menerawangkan setiap lekuk tubuhnya. Anda juga bisa memanfaatkan sex toys.

Selanjutnya, Andalah majikannya yang bisa menyuruhnya melakukan berbagai adegan hot. Tapi ingat, Anda ingin membawanya mencapai klimaks, bukan menyakiti atau merendahkannya. Jadi, tetap hargai dia sebagai partner bercinta Anda.
(ftr) Sumber : www.okezone.com




Seks sehat hindari IMS

SETIAP biduk rumah tangga memiliki problem. Bagaimana jika pasangan terkena infeksi menular seksual (IMS)?

Janji manis sehidup semati seolah terlupakan ketika biduk rumah tangga terhadang masalah. Apalagi ketika salah satu pasangan terinfeksi penyakit menular seksual akibat kehidupan seks yang tidak sehat.

Spesialis Kulit Kelamin dari Siloam Hospitals dr Hannah K.M Damar SpKK menyarankan untuk selalu menjaga kehidupan seks yang sehat.

"Sebuah perkawinan adalah proses belajar untuk mengenal satu sama lain. Masing-masing pasangan harus saling memelihara, mengingatkan, menyayangi demi kelangsungan rumah tangga," tutur alumnus Universitas Diponegoro seraya menambahkan untuk mengobati penyebab penyakit ini sampai bersih dan tuntas.

Penyakit menular seksual terkadang tidak merasakan gejala apa pun. Tidak jarang orang tidak mengetahui telah terinfeksi dalam stadium lanjut. Penderita tidak merasakan sakit karena tidak merasakan nyeri, gatal, keluar cairan atau gejala yang lain.

Beberapa penyakit menular seksual tergantung dari penyebabnya seperti bakteri, virus, protozoa, jamur atau kutu. Bakteri dapat menyebabkan penyakit sifilis, gonorhoea, dan chlamydia.

Adapun penyakit herpes, HIV, Papilloma dan Moluscum disebabkan virus. Kemudian, Protozoa menyebabkan trichomonas, jamur menyebabkan candida dan kutu menyebabkan scabies dan kutu celana.

Hannah menekankan, penting bagi pasutri untuk melakukan pemeriksaan dini dan perawatan yang tepat. Terutama, infeksi mudah menyebar ke organ tubuh bagian lain dan menyebabkan komplikasi serius.

Bila salah satu pasangan suami-istri tertular, tentu akan menjadi penderitaan pasangan lain sepanjang hidup.

"Mengetahui pasangan mengalami penyakit seksual sudah merupakan pukulan tersendiri. Benar-benar dibutuhkan kebesaran hati dan ketabahan pasangan untuk mau dan mampu menerima," kata Konsultan Perkawinan dari Badan Penasihat Perkawinan Perceraian DR Reni Akbar-Hawadi Psi.

Beban akan semakin bertambah karena stigma negatif masih melekat masih begitu buruk. Praktis, masyarakat akan bereaksi dengan mengasingkan, bahkan mengucilkan diri. Situasi ini merupakan reaksi yang wajar terjadi. Di sinilah kesetiaan diuji untuk menerima keadaan pasangan dalam kondisi apa pun.

Saling menyalahkan, marah, kecewa, tidak menerima kenyataan merupakan reaksi yang muncul saat terdiagnosis pertama kali.

"Tentu wajar jika pasutr saling menyalahkan. Namun, tidak bisa lari dari kenyataan dan memungkiri kenyataan yang ada. Karena bagaimanapun, masalah kesehatan bukan hanya masalah salah satu pasangansaja," sebut alumnus Universitas Indonesia itu.

Jika ada salah satu pasangan tertular, maka seharusnya pasangan yang lain membantu dan mendorong untuk menjalani perawatan. Selain membantu dalam perawatan, mengasuh dan mendampingi anakanak tidak boleh diabaikan. Namun, masalah ini bukanlah akhir dari suatu perjalanan rumah tangga.

Reni menuturkan, perlunya melakukan introspeksi perjalanan rumah tangga oleh pasutri. "Misalkan, suami tertular akibat sering melakukan hubungan seks yang tidak sehat dari perselingkuhan. Perlu dicari tahu kenapa bisa sampai terjadi perselingkuhan. Karena perselingkuhan bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti jenuh dengan pasangan, komunikasi tidak jalan sehingga sering kali melakukan tindakan irasional," tandas Reni.

Menurut dia, seks merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Jika bermasalah dalam kehidupan rumah tangga, tak ayal mencari kompensasi lain dan tidak memikirkan risiko. Selain itu, bisa juga para suami sedang mengalami masalah pekerjaan.

Dalam melakukan pertahanan diri menghadapi masalah, ada yang positif dan negatif. Dampak negatif, seperti menarik dan melarikan diri dari masalah dengan "merusak" dirinya sendiri. Karena itu pasutri perlu saling mendukung.(sindo//tty)




Seks wujud kerjasama dan partisipasi

BANYAK manfaat yang diperoleh pasangan dari seks yang memuaskan, baik kesehatan fisik maupun kejiwaan.

Dokter lulusan Universitas Indonesia, dr Sonia Wibisono, mengatakan, sebenarnya seks yang memuaskan itu terdengar mudah. Faktanya tidak demikian karena ini sangat subjektif dan tidak mudah untuk membicarakan seks secara gamblang walaupun dengan pasangan terdekat. "Terkadang ada rasa takut tidak sesuai dengan harapan, malu-malu, gengsi atau egois," ungkapnya.

Maka itu, Sonia menambahkan, komunikasi sangat dibutuhkan terutama sehabis berhubungan seks.
Walaupun memang biasanya pria setelah ejakulasi akan merasa mengantuk dan ingin tidur. Tetapi terkadang, ada baiknya untuk mengobrol sebentar, atau di saat suasana yang pas. "Suasana yang pas bisa ditemukan di hari-hari senggang, bisa juga di saat tanpa anak. Sebaiknya membicarakan mengenai kebutuhan, keinginan, dan fantasi masing-masing," ucap Sonia.

Dokter dari klinik Pasaraya ini juga mengatakan, tidak semua hubungan seksual itu berakhir dengan kepuasan. Ada beberapa pasangan yang merasakan tidak mendapat kepuasan dalam melakukan hubungan tersebut. Ada beberapa tanda-tanda dari adanya ketidakpuasan seks yang bisa dilihat dari seseorang. Sebut saja menjadi gelisah, tidak senang, jadi moody. Bahkan hal tersebut dapat terbawa di kehidupan sehari-hari. "Karena hubungan seks adalah salah satu kunci romantisme dalam hubungan suami istri," ujar dokter yang juga terkenal sebagai presenter di berbagai acara televisi.

Masalah ketidakpuasan seks pun bisa berujung panjang. Salah satunya perselingkuhan. Hal mengenai penyebab perselingkuhan diungkapkan seorang psikolog yang memfokuskan karyanya untuk anak-anak, perempuan, dan keluarga, Dra Ratih Andjayani Ibrahim MM. Dia menyebutkan, ketidakpuasan dalam hubungan seksual disebabkan, antara lain karena disfungsi seksual. Di antaranya, hypoactive sexual desire disorder, yakni penurunan atau hilangnya gairah untuk berfantasi ataupun hasrat melakukan hubungan seksual.

Kemudian sexual aversion disorder yaitu keengganan untuk melakukan hubungan seksual dan sering menghindar kontak organ seks dengan pasangan. Premature ejaculation yakni ejakulasi dini, orgasme, dan ejakulasi yang terjadi dengan sedikit stimulasi seksual sebelum atau bahkan sesaat setelah penetrasi atau sebelum orang itu menginginkannya. dan disfungsi seksual yang terjadi karena penyebab medis. "Ada banyak hal yang menentukan apakah suatu hubungan seksual itu memuaskan atau tidak dari segi kejiwaan seseorang," katanya.

Ratih mengatakan, ketidakpuasan ini ada juga yang terjadi karena miskomunikasi dalam hubungan seksual. Artinya, kurang ada kesepahaman tentang hubungan seksual antara pasangan. "Hal tersebut bisa dikarenakan pasangan tidak saling terbuka satu sama lain saat membicarakan hubungan seksual sehingga seseorang tidak tahu menahu apa yang diinginkan atau apa yang membuat pasangannya puas," tutur Ratih.

Dokter spesialis andrologi dan konsultan seksual dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, Dr Anita Gunawan SpAnd mengatakan dengan melakukan hubungan seksual yang bisa memuaskan akan mempunyai banyak manfaat.

"Dengan seks yang memuaskan, pikiran menjadi nyaman, terbuka, sehat baik fisik maupun kejiwaan, dan juga dapat menambah rasa kepercayaan diri pada seseorang," ujar androlog lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang ini.

Anita mengatakan, sebaliknya hubungan seksual yang terjadi pada beberapa pasangan, bisa juga tidak terpuaskan. Banyak akibat yang didapatkan. Salah satunya perselingkuhan. "Perselingkuhan bisa terjadi karena adanya seks yang tidak terpuaskan, tapi bukan berarti semua perselingkuhan terjadi karena hal tersebut ya," jelasnya.(sindo//tty)




Perlukah menjalani terapi seks

BANYAK pasangan terperangkap pada kehidupan seks yang jalan di tempat. Tak ada variasi bercinta, sementara Anda sendiri ketakutan nantinya akan terasa hambar.

Pria sering mengeluh bahwa pasangannya tidak memberikan hubungan seks yang cukup, baik kualitas maupun kuantitas untuk memuaskan nafsu mereka. Masalah seks berkaitan dengan aspek fisik dan psikologis hingga menyebabkan masalah makin berkembang dan berlarut-larut.

Anda dan pasangan tentu ingin mengusahkan berbagai jalan agar kehidupan seksual dan hubungan cinta bisa diselamatkan. Hanya sekitar 15 persen pria dengan masalah seksual pernah mendapat bantuan. Jika Anda ingin mendapatkan kehidupan seks yang lebih baik, terserah pada Anda apakah ingin membuat perubahan atau tidak. Terapi seks hanyalah salah satu jalan untuk mencari solusinya.

Berbagai sisi seputar terapi seks dijelaskan berikut ini, seperti dikutip Askmen.

Apa pentingnya terapi seks?

Saat Anda mulai merasa ketertarikan secara emosi dan fisik kepada pasangan menurun, maka jangan abaikan masalah ini sampai akhirnya terlambat. Sadarlah bahwa ada sesuatu yang berubah, tapi sayangnya bukan ke arah yang lebih baik. Anda berdua butuh segera bertindak dan menemukan jalan keluar.

Banyak wanita berasumsi, setiap pria pasti menolak ikut terapi karena mereka merasa tidak harus menjalankan terapi. Tapi, kebanyakan pria mulai peduli masalah fisik dan emosional saat bicara seputar seks. Baginya ini hanya masalah waktu.

Apa itu terapi seks?

Terapi seks bukan hanya mencari jawaban atas masalah impotensi dan masalah seksual lainnya, tapi juga dilakukan untuk pasangan dengan kehidupan seks yang baik-baik saja, pasangan yang merasa kehidupan seks mereka tidak lagi sesuai harapan, ataupun pasangan dengan kasus kesulitan seksual ringan.

Terapi seks adalah treatment yang dilakukan oleh pakar seks yang menganalisis masalah dengan tinjauan yang luas lewat bukti-bukti yang jelas, hingga misalnya menyinggung masalah psikologis.

Ia dapat membantu Anda keluar dari masalah-masalah, seperti perasaan terangsang (ketidakmampuan meraih atau menjaga ereksi atau frigiditas), orgasme (ketidakmampuan mencapai klimaks atau mengendalikan ejakulasi), nyeri saat intercourse, hubungan seksual yang stagnan, komunikasi seks, dan sebagainya.

Kapan sebaiknya mengajak pasangan?

Jangan pernah mengajak pasangan ikut menjalankan terapi seks saat Anda tengah beraksi foreplay dengannya atau berbagai aksi lain. Utarakan keinginan tersebut saat Anda berdua sedang dalam mood yang baik dan pastikan tidak ada orang lain yang tahu.

Jika dia mulai menunjukkan penolakan, jelaskan padanya bahwa Anda berusaha melakukan yang terbaik untuk mempertahankan biduk rumah tangga, dan kehidupan seks bersamanya. Jika letak permasalahannya adalah di masalah fisik, Anda tetap dapat meminta dukungan pasangan. Pasangan yang baik tak akan merasakan bahagia selain selalu berada di samping Anda.

Apa yang dilakukan selama sesi terapi?

Anda sudah siap menjalani tiap sesi pertemuan dengan terapis seks, jadi ambillah banyak keuntungan dan pastikan mendapat berbagai jawaban setelah keluar dari ruangannya. Bicarakan berbagai masalah yang mengganjal pikiran dan hati Anda berdua. Abaikan segala rasa malu dan ragu, jangan takut bertanya dan gali pertanyaan sebanyak mungkin. Anda bukan hendak diadili dan terapis seks bertindak untuk membantu Anda, bukan menghukum.(tty) Sumber : www.okezone.com




Seks di usia senja

HUBUNGAN seksual memang sesuatu yang sangat alamiah. Namun, kehidupan seksual yang berkualitas dan luar biasa memuaskan butuh ramuan mulai dari persepsi positif, kreativitas, hingga stamina prima. Hal ini wajib ada agar hubungan tidak terasa hambar dan menghadirkan keluhan.

Ternyata keluhan yang menyangkut kehidupan seksual pasangan suami-istri (pasutri) merupakan persoalan klasik. Apalagi bagi pasangan yang telah lama menikah dan telah bertambah usia. Umumnya, kondisi seperti itu akan mengakibatkan kenikmatan seksual hanya dirasakan oleh salah satu pihak yang pada akhirnya menimbulkan kejenuhan.

"Seiring dengan faktor bertambahnya usia dan adanya proses yang ikut menua dalam tubuh seseorang, maka biasanya hubungan intim sudah jarang dilakukan," tutur dr I Putu Gede Kayika SpOG(K), Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Jumat (14/3/2008).

Menurutnya, beberapa masalah yang menyebabkan penurunan kualitas hubungan seksual dengan pasutri adalah karena menurunnya fisik dan psikis. Stamina dan kebugaran fisik memberikan efek langsung terhadap kesehatan tubuh secara utuh.

Masalah kebugaran fisik ini sering dipengaruhi oleh pertambahan usia, yang menyebabkan respon faali organ seks menurun. Sensitivitas susunan saraf melorot, dan kecepatan terangsang terhadap stimulasi (rangsangan) seksual pun menjadi lambat. Kondisi ini pada setiap orang tentu berbeda tingkatannya.

Menurutya, di usia muda, orang yang sehat tidak butuh waktu lama untuk terangsang dan siap berhubungan seks. Setelah usia menua, waktu yang diperlukan untuk terangsang menjadi lebih lama.

"Berkurangnya kadar hormon testosteron pada pria dan estrogen pada perempuan, sering dinyatakan sebagai penyebab menurunnya gairah seksual," jelas dokter kelulusan Universitas Indonesia yang mengambil gelar program spesialis di almamaternya itu.

Pada wanita, lanjutnya, penurunan seks cenderung disebabkan oleh bertambahnya usia. Gejala yang paling menonjol adalah kulit dan vagina mengering, perubahan mental, seperti menurunnya kepercayaan diri, depresi, gairah kerja merosot, vitalitas hidup menurun, putus asa, dan stres.

"Dengan kondisi tersebut akan membuat kulit tidak sekencang dulu dan keriput. Sedangkan dari dalam tubuh akan membuat turunnya fungsi indung telur yang menghasilkan hormon. Kondisi berkurangnya hormon, akan mengganggu hubungan intim dengan pasangan. Dengan demikian membuat berkurangnya dorongan untuk melakukan aktivitas seksual. Atau meskipun ada, biasanya susah mengalami rangsangan karena ada gangguan pada kondisi fisik dan psikisnya," terang dokter dari Rumah Sakit Mitra Internasional Jatinegara dan RSCM itu.

Nah, agar hal ini tidak terjadi, perlu dilakukan usaha secara terus-menerus di antaranya berolahraga teratur, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang akan memastikan kecukupan pasokan protein, vitamin, mineral, dan sebagainya.

"Olahraga secara teratur akan memperlancar peredaran darah dan membantu mengembalikan fungsi organ-organ seksual. Lebih dari itu, olahraga juga dapat mencegah berbagai penyakit yang mungkin akan mengganggu fungsi seksual," papar staf pengajar Fakultas Kedokteran UI dan Pasca Sarjana UI khusus untuk kajian wanita itu.

Menurutnya lagi, keindahan kehidupan seksual memang sangat tergantung pada kesehatan fisik dan mental yang prima. Karena itu, latihlah mental, sosial, fisik, dan spiritual secara menyeluruh sejak dini.

"Tak hanya itu saja, dengan bertambahnya usia maka perhatian antara pasutri pun sebaiknya ditingkatkan. Serta jalankan ibadah yang baik agar tidak ada rasa khawatir atau cemburu," imbuhnya.

Jadi, hubungan seks pada usia senja tetap dapat dilakukan karena pada umumnya wanita sudah tidak mengalamai menstruasi jadi tidak ada kekhawatiran hamil.

"Dengan kondisi seperti ini, biasanya semakin sulit untuk terangsang. Karena itu, hal yang paling penting diperhatikan adalah saling menyadari dan mendukung dengan melakukan pemanasan yang lebih lama," pungkasnya. Bagaimana, masih siap bertempur? (tty) Sumber : www.okezone.com




Penyakit menular seksual tidak bisa sembuh sendiri

KETERBUKAAN awal dari kelanggengan suatu hubungan rumah tangga, termasuk soal kesehatan. Tanpa keterbukaan, penyakit yang diderita bisa menular ke pasangannya.

Penyakit seksual menular atau infeksi menular seksual menjadi momok dalam suatu hubungan pasangan suami-istri (pasutri). Ketidaktahuan salah satu pasangan terhadap penyakit yang diderita bisa menjadikan penderitaan bagi pasangan lain.

Saat ini ada sejumlah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan bakteri, virus, protozoa, jamur, atau kutu. Penyakit yang disebabkan bakteri, seperti sifilis, gonorhoea, chlamydia, sedangkan herpes, HIV, papilloma, dan moluscum disebabkan virus. Sementara itu, protozoa menyebabkan trichomonas, jamur menyebabkan candida, dan kutu menyebabkan scabies dan kutu celana.

"Namun, tidak selalu penyakit tersebut ditularkan melalui hubungan kelamin, bisa melalui jarum suntik atau transfusi darah," ujar spesialis kulit kelamin dari Siloam Hospitals dr Hannah KM Damar SpKK.

Masalahnya, sebagian besar orang yang menderita PMS tidak mengetahui dirinya mengidap penyakit tersebut. Hal itu tentu beralasan karena PMS terkadang tidak menimbulkan gejala apa pun. Dengan begitu, tak jarang penderita tidak merasakan sakit karena tidak merasakan nyeri, gatal, keluar cairan, atau gejala lain. Baru setelah mengalami gejala tertentu, pasutri pun memeriksakan diri. Itu pun terlambat karena pasien kerap datang dalam keadaan stadium lanjut. Kemungkinan terburuk, pasien tidak dapat tertolong.

Itu sebabnya pemeriksaan dini dan perawatan yang tepat diperlukan agar PMS tidak berkembang lebih parah. Sebab, infeksi yang ditimbulkan dengan mudah menyebar ke organ tubuh bagian lain dan menyebabkan komplikasi serius.

Salah satu contoh, sifilis. Pada stadium awal, penderita tidak merasakan sakit dan seolah sembuh tanpa pengobatan. "Akan tetapi, infeksinya masih ada selama belum diobati secara tuntas," tandas dr Hannah sembari menyarankan untuk segera memeriksakan diri jika timbul luka, tumbuh atau menonjol, dan alat kelamin mengeluarkan lendir.

Sementara sifilis stadium 3 bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya. Dalam stadium ini, gejala yang ditimbulkan berupa luka bernanah atau berlubang. Jika sudah dalam kondisi ini, semakin lama pembuluh darah akan melemah dan berisiko pecah. Ujung-ujungnya, kematian mendadak bisa sewaktu-waktu datang. Waktu yang dibutuhkan untuk mengalami kondisi terparah seperti ini hanya perlu 3-10 tahun.

Keengganan pasien untuk memeriksakan diri ke dokter disebabkan masih kuatnya stigma buruk dalam masyarakat. Pemahaman yang kurang mengenai penyakit ini membuat pasien sering mengabaikannya.

Pasien mencoba-coba mengobati sendiri menggunakan antibiotik yang mudah didapat di pasaran dan beranggapan semua masalah selesai. Padahal, penggunaan antibiotik secara berlebihan dapat menyebabkan kuman penyakit semakin resisten dan penyakit pun semakin sulit disembuhkan.

Staf konsultasi dari Departemen Pengobatan Gawat Darurat di Great River Medical Center Dave C Smith mengungkapkan, perawatan medis sangat diperlukan untuk menangani penyakit menular seksual.

"Pemeriksaan dini tidak hanya bagi pasien yang sudah terinfeksi penyakit, juga untuk pasangan seksualnya selama ini," tandas Smith.
(Sindo Pagi//tty)




Pijatan sensual giring pria raih klimaks

DARIPADA melakukan kinky sex, mungkin Anda bisa beralih pada pijatan sensual saat memulai ajang bercinta. Konon, memberikan pijatan pada pasangan saat asyik making out dapat meningkatkan keintiman.

Berikan pasangan Anda pijatan sebagai bentuk keintiman yang didapatkan. Ini perihal saling terhubung satu sama lain dalam suasana yang nyaman, kata Niharika Sharma, pemiliki sebuah spa di India.

Pijatan tak hanya membuat wanita mudah takluk saat bercumbu. Namun, efek pijatan pada pria pun sangat dasyat. Pria dapat mencapai klimaks bila dipijat pada area tubuhnya yang tepat.

Ingin tahu bagaimana memijat tubuh pria dengan tepat? Berikut ini ulasan dari Times of India yang patut disimak.

Pelan dan stabil

Jangan ingin memulai dengan menekan otot. Lakukan dengan perlahan pada tubuh pasangan. Ini memungkinkan dia menjadi akrab dengan gerakan tangan Anda," saran Sharma.

Pijatan Anda harus tegas, mendalam dan berkesinambungan. Hindari gerakan cepat dan tiba-tiba berpindah area. Pijat ototnya, bukan kulitnya, tambah Sharma.

Paling penting, jangan lupa menggunakan lubrikan ataupun minyak lavender. Sementara minyak aromatherapy dapat digunakan untuk meningkatkan nafsu birahi. Rose otto, jasmine, ataupun neroli merupakan serangkaian minyak yang dapat memberikan si dia pengalaman baru.

Jika ingin sedikit berbeda, Anda dapat gunakan body butter. Konon, efeknya pada kulit tidak hanya menenangkan. Namun, saraf pun juga turut merasakan kenyamanan.
Bila ingin lebih nakal, Anda bisa menggunakan saus cokelat. Tentu saja Anda tak hanya memberikan pijatan, namun juga jilatan pada seluruh tubuhnya. Sehingga bisa dipastikan akhir dari servis Anda ini berupa seks yang dasyat.

Tekanan yang tepat

Setelah memberikan pemanasan, Anda dapat meningkatkan tekanan tangan pada tubuh pasangan.

Gerakan tangan pada kelompok otot besar dengan memberikan kekuatan Anda. Lakukan penekanan sepanjang waktu. Konsentrasilah pada titik penting seperti leher, punggung, pundak, dan kaki, kata Sneha Vaidya, terapis pijatan.

Lakukan tekanan pada seluruh leher dan tulang punggung. Pusat bagian belakang dan menjelajahi area bokong juga merupakan spot yang menarik. Dan bila ingin membuatnya takluk, Anda dapat memindahkantangan pada bagian belakang paha dan betis dia. Lalu lihat apa yang akan terjadi padanya. Hmm...

Pendinginan

Menjelang akhir acara pijat-memijat, Anda perlu memperlambat gerakan lagi. Secara bertahap, kurangi tekanan tangan Anda. Lalu Anda dapat menyeka seluruh tubuh pasangan dengan handuk yang lembut untuk menghilangkan jejak minyak.

Mendapatkan suasana yang tepat merupakan sebagian kemenangan dari pertempuran. Pencahayaan adalah kuncinya, kata Vaidya.

Jangan menggunakan Vaseline atau pelumas lain yang tidak mudah diserap melalui kulit. Selain itu, musik lembut mengatur suasana hati lebih menyenangkan. Tapi para wanita harus berhati-hati melakukan teknik ini. Pasalnya, teknik ini mendatangkan efek sepihak. Si dia bisa tertidur dengan lelap, dan tujuan Anda untuk bercinta dengannya dapat pupus begitu saja.
(tty) Sumber : www.okezone.com




Tubektomi, bikin kehidupan seks lebih menyenangkan

Wanita tubektomi dan pasangannya lebih menikmati seks karena mereka bebas dari kecemasan atas potensi kehamilan yang tidak direncanakan. (Foto: gettyimages)

KONTRASEPSI mantap berupa tubektomi kerap menjadi momok bagi wanita. Kabarnya, wanita yang tubektomi akan mengalami risiko disfungsi seksual. Benarkah?

Menurut sebuah studi baru yang okezone lansir dari Health24, wanita yang telah menjalani sterilisasi untuk mencegah kehamilan, tidak memiliki risiko disfungsi seksual setelah itu.

Para peneliti menemukan fakta bahwa partisipan wanita yang telah menjalankan prosedur tubektomi menunjukkan risiko rendah terhadap masalah-masalah seksual tertentu. Bahkan, mereka cenderung lebih bahagia dengan kehidupan seks daripada wanita lain.

Operasi, yang dikenal juga sebagai tubal ligation adalah menghalangi tuba falopi yang menghubungkan indung telur dengan rahim. Hal ini dilakukan baik tepat setelah melahirkanmelalui Miss V atau selama operasi caesar, atau melalui operasi laparoskopi, di mana satu atau dua sayatan kecil dibuat di perut.

Tidak ada alasan fisiologis untuk diyakini bahwa tubektomi akan menyebabkan masalah seksual. Tetapi, ditegaskan Dr Anthony Smith dari La Trobe University di Melbourne, Australia, peneliti utama studi tersebut, ada sedikit penelitian tentang masalah ini. Smith mengatakan, studi yang ada umumnya hanya bertanya wanita tentang kepuasan seksual mereka secara umum.

Bagaimana studi dilakukan

Untuk studi mereka, Smith dan rekan-rekannya mengamati 2.721 wanita Australia tentang berbagai gejala disfungsi seksual dan kepuasan mereka secara keseluruhan dengan kehidupan seksnya. Dari semua wanita, sebanyak 447 orang atau sekira 16 persennya telah menjalani tubektomi, kebanyakan di usia antara 40 dan 64 tahun.

Secara keseluruhan, mereka melaporkan tidak memiliki masalah seksual, bahkan bahagia dengan kehidupan seks mereka. Studi ini telah dipublikasikan di BJOG, jurnal kedokteran Inggris.

Lebih dari 42 persen partisipan mengatakan, mereka kurang tertarik pada seks, tapi coba bandingkan dengan 51 persen wanita yang memiliki masalah serupa, padahal tidak menjalani tubektomi. Dan sementara hanya 14 persen pasien tubektomi "tidak merasakan seks menyenangkan", sebanyak 17 persen wanita yang tidak menjalani tubektomi mengatakan, mereka mengalami hal yang sama.

Ketika para peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain, seperti usia, pendidikan, dan status pernikahan, wanita yang menjalani tubektomisekira 33 persencenderung kurang tertarik pada seks, butuh waktu lama untuk orgasme, atau Miss V kering saat berhubungan seks.

Alasan kehidupan seksual menyenangkan

Di samping itu, penelitian menemukan bahwa wanita yang menjalani tubektomi biasanya memberikan nilai lebih tinggi untuk kehidupan seks mereka. Sebesar 36 persen dilaporkan "sangat tinggi kepuasan seksualnya. Kepuasan tersebut hanya dirasakan 30 persen wanita yang tidak menjalani tubektomi.

Tidak jelas mengapa wanita tubektomi umumnya memiliki fungsi seksual lebih baik. Tapi, Smith mencatat bahwa wanita dan pasangannya lebih menikmati seks karena mereka bebas dari kecemasan atas potensi kehamilan yang tidak direncanakan.
(ftr) Sumber : www.okezone.com