PRIA punya libido yang menurut wanita seperti tak ada habisnya. Begitu mudahnya sentuhan kecil Anda menyulut gairah seksnya. Benarkah?
Menurut jajak pendapat yang dilakukan shine.yahoo.com terhadap pembacanya, sebesar 49 persen mengatakan, pasangan wanita lebih mudah turn on dibanding pasangan pria. Hanya 14 persen yang melaporkan hasil sebaliknya dan 9 persen tidak terlalu peduli dengan seks sama sekali.
Tampaknya, kini wanita tak lagi tabu menunjukkan egonya dalam hal ranjang, dan tidak malu mengatakan bahwa ia sedang sangat bergairah. Robin Williams pernah mengatakan lelucon, "Tuhan memberi pria Mr P dan otak, tapi sayangnya tidak cukup suplai darah untuk menjalankan keduanya pada waktu yang sama."
Lantas, apa saja alasan di balik penolakan pria terhadap ajakan sanggama Anda? Berikut di antaranya, seperti diulas Shine.
Bukan karena Anda
Penolakan seksual dapat merusak harga diri, juga bagi wanita. "Ketika seorang wanita ditolak, dia menyimpulkan bahwa dirinya tidak diinginkan. Padahal, pria memiliki masalah seksual terbesar dengan wanita yang sangat mereka inginkan, kata Michael Riskin PhD, Direktur Eksekutif Sex Therapy Center of Orange County, California. Karenanya, camkan bahwa ia mencintai Anda dan masih menginginkan Anda.
Karena libidonya
Seks terapis Gerald Weeks PhD, seorang profesor di Departemen Terapi Pernikahan dan Keluarga University of Nevada, Las Vegas, sekaligus co-author Hypoactive Sexual Desire: Integrating Sex and Couple Therapy menekankan bahwa Anda dan pasangan mungkin hanya memiliki dorongan seks yang tidak serasi, atau Anda tidak mood bercinta pada saat yang sama (sexual asynchrony).
Jika pasangan menginginkan seks kurang dari beberapa kali sebulan, dan benar-benar tidak mengawali atau menginisiasi seks, Weeks mengatakan, bisa jadi ia punya libido rendah yang tidak normal. Masalah ini disebut juga dengan inhibited sexual desire (ISD) yang terjadi pada sekira 15-20 persen pria.
Pecahkan kebekuan
"Hanya memikirkan libido rendah, apalagi terus berbicara tentang hal itu, bagi pria bagaikan serangan teror karena sangat melukai perasaan dan harga dirinya," tulis Michele Weiner Davis dalam The Sex Starved Marriage.
Anda bisa membuka diskusi tanpa menyentil egonya dengan sesuatu seperti, "Aku mencintaimu dan ingin melakukan hubungan seks denganmu, seperti dulu. Aku pernah membaca sebuah artikel tentang bagaimana 1 dari 5 pria memiliki masalah ini dan aku hanya ingin memulai percakapan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada kita. "
Menghindari aktivitas seks
Ada banyak alasan uap radiator pasangan Anda menjadi dingin dan tidak bisa dipanaskan. Kadar testosteron yang sangat rendah, antidepresan, dan obat tekanan darah, semuanya bisa menguras libido. Karena egonya, pria jarang membicarakan dan mencari solusi masalah ereksi atau ejakulasinya.
"Kegagalan seksual mungkin akan diikuti oleh penghindaran (pria tidak mau menghadapi penghinaan yang lebih besar), dan akhirnya berubah menjadi ISD," kata Riskin. "Otaknya mengatakan kepadanya: Jika kamu menghindari seks, kamu mungkin juga tidak punya keinginan untuk itu."
Alasan lebih dalam
"Sebagian besar kasus hasrat seks pria rendah tidak berhubungan dengan disfungsi seksual," kata Weeks berdasarkan pengalaman klinisnya selama 30 tahun.
Ketika seorang pria tidak dapat mengekspresikan kemarahannya dan kebencian terhadap pasangannya menjadi semakin kronis, misalnya, itulah pembunuh libido sebenarnya. Dan pria yang terobsesi dengan pekerjaan atau uang, membuat otaknya semakin terkuras untuk fokus pada hal tersebut, meninggalkan sedikit kebebasan untuk membiarkan gairah seks mendidih," kata Weeks.
Pelecehan seksual dan post-traumatic stress (banyak dialami tentara usai ditugaskan di tempat konflik) mungkin juga biang keladinya. Begitu pun dinamika kekuasaan, seperti pria yang istrinya jauh lebih sukses dalam karier.
Cari bantuan
Terapi testosteron tersedia untuk pria dengan masalah disfungsi seksual. Lebih jauh, masalah ereksi dapat menjadi tanda peringatan dini terhadap risiko diabetes dan penyakit jantung. Oleh karenanya, carilah terapis seks yang baik yang akan bekerja untuk Anda berdua. "Keinginan seks rendah pasti bisa diobati," kata Weeks. "Kami memiliki tingkat keberhasilan yang baik."(tty) Sumber : www.okezone.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar