Ada banyak faktor yang bisa menjadikan seks itu memuaskan atau tidak, karena kita adalah produk dari lingkungan.
Jadi apakah seks yang memuaskan itu?
1. Bagaimana seks yang anda rasakan ? Apakah pasangan anda membuat anda bergairah dan terus menerus menginginkannya, atau anda malah menangis saat bercinta ?
2. Apakah pasangan anda penuh perhatian? Salah satu ukuran pengalaman seksual adalah timbale balik. Pasangan jarang berkomentar soal kepuasan bersama bila aktivitas bercinta hanya memuaskan bagi salah satu pihak. Tak ada pihak yang ingin berada pada posisi berlawanan, dan kadang merasa hanya sebagai pengamat seks.
3. Apakah anda juga penuh perhatian ? sekarang dibalik, apakah anda memperhatikan pasangan anda terangsang dengan baik atau tidak, dan membuatnya terlibat selama bercinta ? Kadang kita membuat kesalahan dengan membiarkan ketidaknyamanan kita memasuki aktivitas memberi dan menerima dalam bercinta.
Bila anda khawatir bokong anda nampak terlalu besar, atau bagian tubuh lain yang kurang menarik, maka anda telah kehilangan kejujuran. Pasangan anda tak mencari kesempurnaan, mereka mencari keterhubungan dengan anda dalam tingkat yang sama.
4. Bisakah anda membicarakannya?
Cara untuk menjaga agar bercinta tetap hangat adalah dengan membuka komunikasi yang jujur diantara anda dan pasangan. Kadang mungkin terdengar memalukan untuk sebagiand ari kita, dengan mengatakan apa yang anda sukai di ranjang dan bagaimana mencapainya.
Juga, sedikit pembicaraan nakal tak akan bisa menyakiti seseorang. Anda juga tak bisa marah bila pasangan anda tak bisa membaca pikiran anda, anda hanya bisa berharap bahwa si dia adalah pendengar yang baik, dan tawarkan hal yang sama sebagai balasannya.
Pada akhirnya, kualitas kehidupan seks anda tergantung pada anda. Variasi, adalah bumbu dalam hidup. Hal yang perlu anda lakukan adalah jagalah perilaku seks tetap sehat dengan mendengarkan, memberi, merasakan, dan membicarakannya. Semudah itu.
Sumber : www.vivanews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar