Selasa, 30 November 2010

Makin banyak remaja lakukan seks pranikah

Jakarta, Kompas.com - Mitos bahwa remaja kita kebal dari perilaku seks bebas mulai pudar. Beberapa penelitian perilaku seksual remaja menyebutkan, dari tahun ke tahun terjadi peningkatan angka remaja yang sudah pernah berhubungan seks.

Di Jakarta, menurut Riset Strategi Nasional Kesehatan Remaja yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan tahun 2005 menyebutkan 5,3 persen pelajar SMA di Jakarta pernah berhubungan seks.

"Belum lagi pressure dari temannya, misalnya pendapat yang mengatakan kalau masih perawan berarti kuno"

Survei yang dilakukan BKKBN tahun 2008 menyebut 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pra nikah. Dari hasil survei yang dilakukan Annisa Foundation tahun 2006 ditemukan 42,3 persen remaja SMP dan SMA di Cianjur, Jawa Barat, pernah berhubungan seks.

Makin terbukanya akses informasi ditambah tekanan dari lingkungan diyakini menjadi penyebab banyaknya remaja yang melakukan seks pranikah.

"Saat ini akses terhadap materi pornografi semakin mudah, misalnya lewat internet atau telepon seluler, belum lagi pressure dari temannya, misalnya pendapat yang mengatakan kalau masih perawan berarti kuno. Hal ini sedikit banyak mendorong remaja melakukan seks pranikah," ujar psikolog Ratih Ibrahim.

Ratih juga berpendapat, remaja umumnya memiliki rasa keingintahuan yang besar dan senang mencoba hal-hal baru. "Mereka juga mulai bereksplorasi dengan seksualitas, padahal pengetahuan tentang hal ini sangat minim," ujar psikolog yang aktif berkecimpung dalam pengembangan kepribadian remaja itu.

Tentang seks pranikah, dr Boy Abidin, Sp.OG, dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, mengatakan, ancaman yang paling nyata adalah kehamilan di luar nikah serta aborsi yang tidak aman.

"Mayoritas remaja percaya hubungan seks yang dilakukan satu kali tidak menyebabkan kehamilan, padahal faktanya tidak demikian," katanya.

Selain kehamilan yang tidak diinginkan, hubungan seks yang dilakukan pada usia dini menurut dr Boy meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual dan kanker serviks.

"Karena itu sejak dini remaja perlu dibekali dengan informasi yang benar tentang tubuhnya, seksualitas, dan organ reproduksi," tuturnya.

Sumber : www.kompas.com




Masturbasi juga dilakukan oleh perempuan menikah

Jangan bohongin aku yah sayang..
KOMPAS.com Menghabiskan waktu selama delapan jam setiap hari memikirkan dan membicarakan seks? Ini bukan sesuatu yang tidak normal karena memang itulah tugas Debby Herbenick sebagai profesor dan pengajar bidang seks di Kinsey Institute dan Indiana University di Bloomington. Apa hasil penemuannya yang amat mengejutkan? Berapa banyak kesalahpahaman seksual yang ada dalam benak rata-rata perempuan? Inilah empat di antaranya:

Mitos 1: Pria tidak bisa berbuat orgasme palsu. ''Tentu saja mereka bisa dan mereka melakukan hal itu,'' tuturnya. Penelitian dari Kansas University menunjukkan, 25 persen pria mengaku bahwa mereka sering berpura-pura orgasme, bahkan sebagian saat melakukan seks oral. Memang tidak ada pria yang bisa memalsukan cairan sperma hasil ejakulasi. Namun, mereka bisa menirukan desahan dan gerakan-gerakan tubuh mereka saat berhubungan intim. Tapi, ngomong-ngomong, kenapa ya mereka melakukan itu?

Mereka juga seperti kita. Terkadang mereka merasa lelah, tertekan, dan memiliki kesulitan dalam mencapai klimaks. Namun, mereka juga ingin pasangan mereka bahagia dan mendapatkan kepuasan.

Mitos 2: Seks oral 100 persen aman. ''Penyebaran virus HIV lewat seks oral memang jarang. Namun, lewat mulut inilah penyakit kelamin lainnya bisa menulari Anda, seperti penyakit kencing nanah (gonorrhea) dan herpes,'' jelas Herbenick. Penelitian juga membuktikan bahwa perempuan yang sudah melakukan seks oral terhadap lebih dari 6 pria (pasangannya) amat rentan terkena penyakit menular seksual. Mereka juga bisa terkena penyakit kanker mulut yang disebabkan oleh infeksi dari human papilloma virus (HPV, virus yang menyebabkan kanker leher rahim). Adakah cara yang aman untuk melakukannya?

Minta pasangan mengenakan kondom (itu gunanya kondom aneka rasa, bukan?).

Mitos 3: Anda tidak bisa berhubungan seks saat hamil besar. ''Kecuali saat dokter Anda mengatakan kehamilan Anda berisiko,'' kata Herbenick, "Anda tetap bisa melakukan hubungan intim hingga menjelang kelahiran." Faktanya, penelitian membuktikan bahwa seks rutin bisa menurunkan angka risiko kelahiran prematur. Beberapa perempuan bahkan bisa mencapai orgasme saat hamil. Posisi adalah kuncinya. Cara yang aman dan nyaman adalah posisi sendok garpu ataupun perempuan di atas.

Mitos 4: Perempuan hanya bermasturbasi saat masih lajang. Tidak benar! Penelitian terakhir membuktikan bahwa lebih dari 40 persen perempuan yang sudah menikah melakukan masturbasi minimal satu kali dalam sebulan. Dan, ini berita baiknya: perempuan yang suka bermasturbasi lebih puas melakukan hubungan seks dengan pasangan ketimbang yang tidak melakukan.

Sumber : www.kompas.com




Mau jantung sehat? "Ngeseks" 2 kali seminggu !!!

LONDON, KOMPAS.com Manfaat seks bagi kesehatan memang tak terbantahkan. Buktinya, dari sekian banyak khasiat yang telah dipublikasikan, selalu ada studi baru yang mengungkap manfaat berhubungan intim.

Temuan terbaru yang dimuat American Journal of Cardiology ini, misalnya, menyatakan bahwa pria yang berhubungan seks sedikitnya dua kali seminggu dapat terhindar dari risiko penyakit jantung. Hasil studi itu menunjukkan, mereka yang berhubungan seks secara rutin memiliki 45 persen risiko lebih kecil mengidap penyakit jantung dibanding mereka yang berhubungan seks hanya sekali sebulan atau lebih sedikit.

Studi yang melibatkan 1.000 orang ini menunjukkan, seks memberi dampak protektif bagi jantung pria, tetapi penelitian tidak menguji apakah efek yang sama berlaku pada wanita.

Setiap tahun, sekitar 270.000 orang di Inggris menderita serangan jantung, dan penyakit jantung koroner menjadi pembunuh paling besar. Meski seks sudah lama diketahui sebagai aktivitas yang menguntungkan kesehatan mental dan fisik, tetapi masih sedikit bukti ilmiah yang menunjukkan betapa seks rutin memberi manfaat besar bagi penyakit serius seperti jantung.

Dalam risetnya, ilmuwan di New England Research Institute, Massachusetts, mendata aktivitas seksual pria usia 40 hingga 70 yang terlibat dalam riset jangka panjang bertajuk "Massachusetts Male Ageing Study", yang dimulai pada 1987.

Setelah sekitar 16 tahun, peserta survei ditanya seberapa sering mereka melakukan seks dan lalu dicek gejala-gela penyakit jantung. Para peneliti juga memperhitungkan faktor-faktor risiko lain, seperti usia, berat badan, tekanan darah, dan kolesterol.

Hasil riset menunjukkan, pria yang melakukan seks sedikitnya dua kali seminggu berisiko lebih kecil mengidap penyakit jantung dibanding mereka yang ngeseks sebulan sekali atau lebih sedikit.

Dalam laporannya, peneliti menyatakan, seks memberikan manfaat baik secara emosional maupun secara fisik bagi kesehatan. Pria yang memiliki hasrat berhubungan seks lebih sering dan mampu memenuhinya adalah kelompok yang lebih sehat. Namun, seks dalam beberapa wujud memiliki komponen aktivitas fisik yang secara langsung dapat melindungi kesehatan pembuluh darah dan jantung.

Pria yang rutin berhubungan seks boleh jadi memiliki hubungan intim yang suportif dan hal ini memperbaiki kualitas kesehatan melalui penurunan kadar stres dan dukungan sosial.

Sumber : www.kompas.com




Pengalaman dengan gay

KOMPAS.com - Pria ini berusaha menghilangkan kenangan masa lalunya ketika menjalin hubungan dengan seorang pria gay dan berusaha hidup normal sebagai pria heteroseksual.

"Saya seorang pria umur 29 tahun. Dua tahun lalu, waktu kos di Jakarta, saya pernah hidup dalam dunia gay. Selama dua tahun saya hidup bersama seorang pria yang umurnya setahun lebih muda. Selama itu saya mengalami hubungan seksual layaknya pasangan gay. Saya merasa aneh kenapa bisa melakukan itu, padahal sebelumnya saya bukan gay.

Dulu saya pernah punya pacar, kemudian putus karena masalah beda agama. Sewaktu pacaran, saya tidak pernah melakukan hubungan seks walaupun ada keinginan. Pacar saya selalu menolak kalau sudah sampai mau melakukan hubungan seks.

Sekarang saya menjalin hubungan lagi dengan seorang gadis berumur 25 tahun. Saya merasa mencintai dia, demikian juga pacar saya. Masalahnya, mengapa kalau berciuman dengan dia, saya sering teringat pacar gay saya dulu?

Sejak saya pisah dengan pacar gay itu, saya berusaha kuat agar tidak bertemu dia lagi. Dia kadang menelepon saya, tapi saya hanya tanggapi biasa-biasa saja. Kalau dia mulai menyinggung yang dulu, saya segera memutuskan teleponnya dengan berbagai alasan. Saya ingin hidup seperti pria normal.

Apakah saya seorang gay? Apakah saya bisa hidup normal seperti pria umumnya? Bagaimana caranya agar saya tidak terpengaruh lagi dengan apa yang saya lakukan dulu? Bagaimana agar bayangan masa lalu dengan gay itu tidak datang lagi?

M.K, Jateng

Upaya gigih

Salah satu penyebab perilaku homoseksual ialah pengaruh lingkungan, selain faktor lainnya. Kondisi selama kos di Jakarta tampaknya menyebabkan Anda bergaul dekat dengan pria homoseksual itu. Kedekatan itu kemudian berubah menjadi hubungan yang lebih pribadi, termasuk hubungan seksual.

Peristiwa seperti ini memang dapat terjadi. Inilah yang disebut sebagai faktor lingungan sebagai penyebab perilaku homoseksual. Jadi memang mungkin terjadi Anda yang dulu punya pacar perempuan kemudian menjalin hubungan homoseksual.

Masalahnya, sekarang Anda ingin hidup normal sebagai pria heteroseksual dan bayangan homoseksual masa lalu sering muncul. Inilah yang harus menjadi pergumulan Anda karena Anda sudah menjalin hubungan dengan seorang gadis.

Sikap Anda dengan tidak mau bertemu lagi dengan teman gay itu, sudah merupakan langkah yang sangat tepat. Apalagi Anda berusaha menjauh dari telepon teman lama itu. Sikap ini harus tetap Anda pegang dan lakukan.

Lebih jauh lagi, kalau bayangan masa lalu muncul, segeralah hilangkan dan jangan larut terbuai. Ingatlah seorang gadis pacar Anda yang mencintai Anda. Hanya dengan upaya gigih begitu Anda akan dapat melupakan masa lalu dan hidup sebagai pria normal heteroseksual.

Kalau Anda tidak mampu melakukan kontak homoseksual selama dua tahun setelah berpisah dengan dia, Anda harus mempertahankan untuk selanjutnya.

Konsultasi dijawab oleh Prof.Dr.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And

Sumber : www.kompas.com




Pisah ranjang adalah jalan terbaik

Sepertinya kita harus pisah ranjang sayang. Aku tidak bisa tidur dengan lampu menyala.

KOMPAS.com - Sebut saja Lusi dan Ricky. Pasangan ini sudah 10 tahun pisah ranjang. Pasti ada yang salah dengan mereka, begitu pikir Anda kan?

Tetapi ternyata tidak. Ricky selalu mengorok saat tidur, sehingga Lusi merasa sulit tidur. Akhirnya, setelah berembuk bersama, Ricky setuju Lusi tidur bersama putri mereka. Tentu saja, saat mereka melaksanakan kewajiban sebagai suami-istri, mereka tinggal dalam kamar yang sama. Setelah siap untuk tidur, barulah Lusi pindah ke kamar putri mereka.

Hal ini adalah salah satu alasan mengapa banyak pasangan yang memilih untuk "pisah ranjang", meskipun perkawinan mereka baik-baik saja. Ada banyak alasan lain yang membuat pasangan suami-istri memilih tidur di kamar yang berbeda, dan hal ini umumnya bukan karena problem seks.

Misalnya saja, suami lebih suka tidur dalam keadaan lampu mati, sedangkan Anda hanya bisa nyenyak tidur saat lampu menyala. Atau, salah satu pasangan hanya bisa tidur dengan mendengar musik, sedangkan yang lain harus tidur dalam keadaan sangat tenang tanpa suara.

Apakah tidur sendirian adalah salah satu bentuk kemewahan? Bagi Anda, yang mengidamkan suasana tidur yang tenang tanpa suara suami yang mengorok, mengigau, nonton televisi atau mendengarkan musik sebagai pengantar tidur, tentu saja ya. Tetapi kadang untuk pria hal itu adalah bencana. Bagaimana pun juga, lebih enak bila bisa tidur sambil berpelukan, bukan?

Karena itu, diskusikan dulu dengan pasangan jika memang Anda ingin pisah ranjang. Selain itu, jangan sampai pisah ranjang membuat keintiman Anda dan pasangan berkurang. Karena memang momen berharga dan berkualitas adalah di tempat tidur, setelah seharian disibukkan dengan rutinitas. Di situlah Anda bisa ngobrol intim dengan suami, melupakan segala kekacauan di kantor maupun di rumah akibat ulah anak-anak. Apa keintiman selanjutnya yang ingin Anda berdua lakukan, semuanya terserah Anda....

Sumber : www.kompas.com




Rollercoaster Hormon Wanita Sekitar Masa Haid

Agar lebih bisa memahami apa yang terjadi di dalam tubuh kita di seputar siklus haid, pahamilah siklus bulanan kedua hormon tersebut:

Hari 1-7 (dihitung sejak hari pertama haid)

Di masa ini, biasanya pembawaan terasa santai, bahagia, dan tenang. Sebab, kelenjar pituitari pada otak kita melepaskan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) atau hormon perangsang folikel. Hormon ini merangsang sel indung telur. Ketika ini terjadi, tingkat stres kita berada pada titik terendah, sementara tingkat konsentrasi kita berada pada titik puncak.

Hari 7-14

Ini merupakan titik puncak siklus bulanan kita. Pada masa ini, sel telur sedang dilepaskan. Pada masa ini, kita akan merasa amat memikat dan seksi.
Hari 14-21

Di awal masa ini, hotmon lutein dilepaskan di otak. Ketika ini terjadi, ovulasi pun dirangsang dan hasrat seks pun terpicu sangat tinggi. Namun, begitu ovulasi terjadi yang prosesnya memakan waktu 2 hari, tingkat estrogen akan menurun dan progesteron pun mulai naik, sehingga memadamkan hasrat seks dan menimbulkan gejala uring-uringan sindrom prahaid (SPH).

Hari 21-28

Menjelang hari-hari haid. Persiapkan diri Anda, karena dua hormon sudah perlahan menghilang. Pada saat ini, tingkat konsentrasi pun merosot karena tubuh kehabisan energi yang diproses ke daerah lain pada tubuh. Pada saat ini, hormon testosteron (hormon seks pria) pun mulai menelisip. Hormon ini ada pada setiap wanita dalam jumlah kecil. Ketika hormon tersebut meningkat, hormon estrogen pun menurun, hal ini akan memberikan dorongan seks yang mendadak. Tak heran jika tiba-tiba bisa mencapai orgasme dengan mudah.

Sumber : www.kompas.com




Seks itu bikin sehat

KOMPAS.com Kepuasan di ranjang berkaitan erat dengan kesehatan. Tapi tahukah Anda, kegiatan seksual juga memberi efek positif bagi kesehatan, terutama bila kegiatan yang satu ini terus dipelihara sampai tua? Asal tahu saja:

- Seks membakar lemak dan meningkatkan kekebalan tubuh.

- Seks mendorong otak untuk menghasilkan hormon endorfin, "obat antisakit" alami yang diproduksi oleh tubuh.

- Seks mengendurkan stres dan memberikan rasa senang.

- Orang yang aktif secara seksual memiliki tingkat hormon seks alami yang lebih tinggi ketimbang yang tidak aktif. Semakin aktif, semakin Anda ingin terus rajin berolah seks.

- Perubahan fisik akibat proses menua pada orang yang kehidupan seksualnya terus aktif tidak akan sebesar pada orang-orang yang tak aktif secara seksual. Gairah seksualnya pun tidak begitu dipengaruhi oleh proses penuaan.

- Jangan batasi seks hanya pada penetrasinya. Ada banyak variasi cara untuk mengakrabkan diri secara fisik dan semuanya baik bagi kesehatan.

- Energi yang dihabiskan saat berhubungan seksual setara dengan berjalan mendaki dua buah tangga, sehingga jarang sekali membahayakan. Namun, kalau Anda menderita gangguan kesehatan tertentu periksakan diri ke dokter.

- Menjadi aktif secara seksual memang menyehatkan baik secara fisik maupun emosional, tapi tetap saja mesti berhati-hati terhadap penyakit yang menular lewat hubungan seksual.

Sumber : www.kompas.com




Seks sejak muda, tingkatkan resiko kanker serrviks

KOMPAS.com - Anda yang memiliki putri remaja musti lebih waspada saat ini. Kenali siapa teman-temannya, dan biasakan ia untuk selalu bercerita mengenai pergaulannya. Sebab sebuah studi telah menunjukkan bahwa wanita yang aktif secara seksual sejak usia muda akan meningkatkan risiko kanker serviks kelak.

Para pakar kesehatan menanggapi hasil studi terakhir ini dengan menurunkan batasan usia untuk screening kanker serviks. Di Inggris, wanita tidak memenuhi syarat untuk mengikuti screening NHS (National Health Service) sampai usia 25 tahun. Namun Dr Lesley Walker dari Cancer Research UK mengatakan, "Kalau sudah begini, vaksinasi HPV (human papilloma virus, virus yang ditransmisikan secara seksual dan menjadi penyebab utama kasus kanker serviks) perlu diberikan di sekolah-sekolah pada usia sebelum siswa mulai berhubungan seks, khususnya di antara remaja putri di daerah yang kekurangan."

Riset yang dipublikasikan di British Journal of Cancer ini memang mengamati mengapa wanita di area yang kekurangan tampaknya memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit mematikan ini. Menurut studi yang melibatkan 20.000 responden wanita tersebut, penyebabnya karena wanita di tempat-tempat tersebut umumnya telah berhubungan seks sejak usia remaja. Risiko kanker serviks meningkat pada wanita yang pertama kali melakukan intercourse pada usia 20 tahun.

"Dalam studi kami, wanita yang lebih miskin biasa sudah aktif secara seksual rata-rata 4 tahun lebih awal. Jadi mereka pun mungkin sudah terinfeksi HPV lebih awal, yang artinya memberikan virus itu lebih banyak waktu untuk mengembangkan kanker," ujar Dr Silvia Francheschi, yang memimpin studi tersebut.

Sementara itu, studi lain yang dilakukan International Agency for Research on Cancer mendapati bahwa usia wanita saat pertama melahirkan juga memegang peranan penting dalam mengembangkan kanker serviks. Faktor penyebab lain seperti merokok, dan jumlah partner seksual yang pernah dimiliki, ternyata tidak begitu signifikan.

Sumber : www.kompas.com




Soal seks, pria lebih jago teori ketimbang praktek

Jangan terlalu percaya jika ada pria yang mengatakan dirinya lebih jago melakukan aktivitas seksual daripada perempuan. Sebuah survei yang dilakukan oleh produsen vitamin dalam waktu yang cukup lama meyakinkan para pengujinya, para pria sebenarnya lebih banyak menghabiskan waktunya mengimpikan soal seks ketimbang melakukannya. Hal tersebut terjadi akibat kehidupan modern yang membuat mereka terlalu lelah untuk sesuatu yang nyata.

Kenyataan lain juga menunjukkan, jika diberi tambahan waktu di tempat tidur, pada zaman yang sangat sibuk sekarang ini pria lebih memilih untuk tidur daripada melakukan aktivitas seksual. Setidaknya 6 dari 10 pria menyebutkan kalau bekerja menjadi tuntutan yang paling besar dari hidupnya. Kemudian, lebih dari setengahnya mengatakan kalau mereka terlalu lelah untuk bersosialisasi atau melakukan aktivitas seksual begitu mereka tiba di rumah setelah disibukkan oleh pekerjaan sehari penuh. Dengan kata lain, aktivitas seksual menjadi berkurang.

Meski begitu, kebanyakan pria ternyata tidak terlalu lelah untuk berfantasi tentang seks pada saat bekerja atau bahkan pada waktu yang tidak tepat sekalipun. Hal ini diakui oleh para pria. Satu dari lima pria mengaku kalau mereka memikirkan tentang seks satu menit sebelum dimulai pertemuan bisnis. Wow!

Christine Northan, seorang penasihat dari organisasi yang berhubungan dengan kemanusian, menyebutkan kalau survei tersebut merupakan pertanda bagus. Karena orang-orang mulai menyadari dampak dari bekerja yang terlalu lama bagi kesehatan emosional. "Banyak orang menderita stres akibat bekerja dalam waktu terlalu lama. Dan, ketika pikiran orang terpecah dan timbul stres, mereka tidak merasa seksi," ujar Christine.

Kalau sudah begitu, tak heran kalau kemudian banyak orang yang merasa malas melakukan aktivitas seksual. Padahal, kata Christine, seks merupakan bagian penting dalam urusan kasih sayang dan juga berhubungan intim. "Jika kita menilai hubungan yang stabil sebagai pondasi dari bermasyarakat, kita perlu melakukan suatu perubahan. Kita perlu keluar dari budaya kerja yang terlalu lama dan keras, terlalu materialistik, serta diperbudak oleh uang," tuturnya.

Pada survei ini juga ditunjukkan bahwa tiga perempat dari para pria tidak terus-menerus terjaga saat bekerja seharian. Faktanya, justru rata-rata dari mereka menyebutkan kalau mereka hanya bisa berkonsentrasi selama tiga jam saja. Sisa waktu lainnya? Wah, jangan-jangan habis digunakan untuk berfantasi. @ die

Sumber : www.kompas.com




Sodomi bukan monopoli kaum homoseks

KOMPAS.com Kasus pelecehan seksual dengan anak-anak sebagai korbannya kembali menghangat dan menjadi sorotan publik. Yang akhir-akhir ini menyeruak adalah kasus pencabulan pada anak-anak jalanan lewat praktik sodomi.

Korban yang sebagian besar adalah anak laki-laki ini disodomi oleh pelaku pria dewasa. Perilaku penyimpangan seksual ini pun kerap diikuti dengan tindak kekejaman lainnya, seperti pembunuhan dan mutilasi.

Sodomi merupakan istilah untuk aktivitas seksual yang dilakukan lewat anal atau dubur. Menurut penjelasan psikolog forensik Universitas Bina Nusantara, Reza Indragiri Amriel, berdasarkan teori yang dipaparkan James P Chaplin, istilah sodomi awalnya diberikan untuk aktivitas persetubuhan pada binatang.

"Pada hewan, hubungan seks memang terlihat seolah dilakukan melalui anus. Jadi, ketika ada manusia melakukan kontak seks seperti itu, hal itu dianggap serupa dengan binatang. Itu sebabnya, istilah sodomi pun digunakan pada manusia. Istilah yang lebih tepat, saran Chaplin, adalah coitus more ferarum," ujarnya.

Sementara itu, Prof dr Alex Pangkahila, Sp And, ahli seksologi kedokteran dari Universitas Udayana, Bali, menyatakan bahwa sodomi adalah perilaku seks yang lumrah dilakukan pasangan sesama jenis atau homoseksual.

"Sebanyak 15 persen laki-laki memiliki perilaku homoseksual dan mereka memang lebih tertarik pada sodomi dibanding bentuk hubungan seks lainnya," katanya.

Walau begitu, lanjut Prof Alex, sodomi bukanlah monopoli kaum homoseks. Hubungan seks melalui anal menjadi salah satu pilihan bagi pria penderita paedofilia yang menyukai anak-anak. Tak heran, kasus paedofilia di Indonesia sering kali diidentikkan dengan perilaku sodomi.

"Pelaku paedofilia yang suka pada anak laki-laki ya memuaskan hasratnya dengan cara sodomi. Namun, bila ia menyukai anak perempuan, maka bentuknya adalah hubungan seks lewat organ vagina," kata Prof Alex.

Bahkan, tambah Alex, ada sebagian kecil pria heteroseksual yang melakukan hubungan seks anal dengan pasangan perempuannya atas alasan kepuasan. "Mereka merasa lebih terpuaskan karena jepitan otot-otot di dubur lebih kencang daripada otot vagina," tambah dr Alex.

Prof Alex menekankan, hubungan seks yang dilakukan lewat anus tidak sehat karena anus adalah salah satu daerah peka dan didesain untuk mendorong keluar. "Secara alami, hubungan diciptakan memang lewat vagina karena diharapkan secara fisiologis, saat penis dimasukkan, terjadi respons pembasahan di vagina agar tidak terjadi perlukaan," paparnya.

Fase anal

Reza menyatakan, ada sebagian orang yang merasa nyaman saat disodomi akibat gangguan pada perkembangan jiwanya. Dalam psikologi, Reza menjelaskan sebuah pendapat bahwa pada usia tertentu, kenikmatan badaniah manusia justru berpusat di daerah anus. Itu sebabnya, anak yang sedang menikmati sensasi buang air disebut sebagai anak yang tengah melewati fase anal.

Reza menekankan, akan berbahaya apabila seseorang mengalami fiksasi atau mogok secara psikis pada fase anal karena tak menutup kemungkinan, pada usia-usia berikutnya, mereka akan tetap terobsesi pada sensasi kenikmatan yang pernah dialami pada fase anal.

"Dengan demikian, mungkin saja, individu yang bersangkutan merasa nyaman ketika berhubungan seksual melalui anus," ujarnya.

Sumber : www.kompas.com




Minggu, 28 November 2010

10 perusak kenikmatan seks

SEKS adalah bagian dari pernikahan. Memang bukan bagian paling penting dalam kehidupan pernikahan secara keseluruhan, tetapi berperan banyak.

Banyak artikel tentang cara meningkatkan kehidupan seks. Namun, tahukah Anda apa yang bisa merusak kehidupan seks bersama pasangan? Adalah hal mudah merusak segala yang telah diupayakan tetap menyenangkan, termasuk seks. Seks begitu mudah rapuh karena tak hanya dikatkan dengan kepuasan fisik, tapi juga emosional (harga diri, tekanan, kritik, dan harapan).

Simak beberapa hal yang bisa merusak cerita ranjang Anda, seperti dikutip Real Beauty.

Mengharapkan seks dengan alasan sudah menikah

Setiap pasangan yang telah harus memenuhi "tugas" dalam pernikahan, karena itu mereka berutang seks pada pasangannya. Memang, seks merupakan salah satu manfaat dari menikah, tapi menjadikan seks sebagai kewajiban tentu akan terasa berat dalam pemenuhannya.

Melakukan hubungan seks pada waktu dan tempat yang sama setiap pekan

Dengan seks yang telah terjadwal, masing-masing Anda tak akan bingung kapan atau bagaimana seks akan terjadi. "Sabtu malam pukul 21.30 di tempat tidur", begitu kira-kira jadwal seks yang disepakati bersama, seperti jam kerja yang membosankan. Apakah Anda berdua tak ingin ada unsur spontanitas dalam kehidupan seks?

Menyentuh pasangan hanya jika ingin berhubungan seks

Siapa pun membutuhkan sentuhan non-seksual, seperti pelukan, ciuman, ataupun berpegangan tangan. Dengan begitu, pasangan akan tahu bahwa seks dan sentuhan berjalan seiring. Dan, tidak akan ada lagi sinyal tidak terjawab atau kesalahpahaman.

Mengabaikan foreplay dan langsung menuju babak inti

Dalam dunia serbacepat di mana kita hidup kini, rasanya, siapa yang benar-benar memiliki waktu untuk membangun seks lebih hebat? Tentu butuh waktu terlalu banyak untuk menunaikan pekerjaan ekstra. Berhentilah membuang waktu dan jadikan hubungan seks sebagai hak masing-masing.

Membiarkan baju tetap melekat selama hubungan seks

Kenikmatan seks pasangan sedikit berkurang jika Anda membiarkan tubuh tetap dibalut baju. Karena itu, kalau ia sudah telanjang, pastikan tubuh juga bugil. Kalau Anda terburu-buru (quickie sex), hanya butuh waktu sedikit untuk kembali berpakaian.

Mengkritik kinerja seksual pasangan

Bagaimana cara pasangan mengetahui daerah tubuh Anda yang cepat terangsang? Tentu jika Anda memberitahunya, selain ia mengeksplorasinya sendiri.

Berhubungan seks selagi televisi menyala

Anda ingin memastikan bahwa hubungan seks malam ini tak akan menghalangi acara favorit Anda. Namun, tak semestinya Anda menjaga televisi tetap menyala selama babak demi babak sanggama.

Menjawab telepon selama berhubungan seks

Anda tidak pernah tahu apakah panggilan yang masuk ke telepon benar-benar penting. Aturan yang sama berlaku untuk pesan teks dan e-mail. Balas ke mereka ASAP, setelah semua, Anda tidak perlu menggunakan tangan untuk berhubungan seks.

Cepat mengakhiri seks

Seks benar-benar tentang Anda. Tidak perlu bertanya pada pasangan jika ada sesuatu yang dapat Anda lakukan untuknya. Asumsikan bahwa semuanya baik-baik saja kecuali mereka mengatakan sesuatu.

Pergi secepat mungkin setelah Anda selesai


Semakin cepat selesai, semakin cepat Anda akan bisa tidur. Simpan obrolan usai hubungan seks (afterplay) untuk esok hari ketika sarapan, tanpa pelukan atau saling menyentuh.(ftr)

Sumber : www.okezone.com




Istri tidak nyaman dengan kondom

KOMPAS.com Sudah lama ia memakai KB spiral. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, mendadak suaminya suka pakai kondom. Akibatnya hubungan seks justru terganggu karena ia tak lagi dapat orgasme dan malas berhubungan.

"Saya berumur 40, suami 43 tahun. Saya KB spiral sejak anak kedua lahir. Beberapa bulan ini suami suka pakai kondom. Waktu saya tanya untuk apa karena saya toh sudah KB spiral, dia bilang karena enak.

Waktu saya tanya lagi lebih enak bagaimana, dia cuma tertawa. Masalahnya, saya merasa tidak nyaman. Kadang merasa sakit dan tidak bergairah sehingga sering tak bisa orgasme. Sebelumnya saya mudah orgasme. Akhirnya kami sering bertengkar karena suami maunya pakai kondom, sedangkan saya tidak suka. Lagipula, kan saya sudah KB.

Apa sebenarnya maksud suami memakai kondom? Saya menduga, jangan-jangan suami kena penyakit kelamin, pakai kondom supaya saya tidak ketularan. Tapi, saya perhatikan tidak ada tanda-tanda sakit pada kelaminnya.

Bagaimana caranya agar saya tetap bisa orgasme meskipun suami pakai kondom? Apa kalau suami pakai kondom, istri merasa sakit?"
W.S, Tangerang

Fungsi kondom

Ada dua fungsi kondom. Pertama, mencegah kehamilan. Kedua, mencegah penularan penyakit atau infeksi melalui hubungan seksual. Ada juga fungsi ketiga, dikaitkan dengan kenyamanan hubungan seksual.

Tidak sedikit pria yang lebih nyaman menggunakan kondom karena tidak bersentuhan sehingga lebih tidak sensitif. Di pihak lain, banyak pria justru merasa terganggu karena kurang terasa.

Di pihak perempuan, sebagian dari mereka terganggu bila pasangan menggunakan kondom. Mereka merasa tidak nyaman karena tak langsung bersentuhan, bahkan ada yang sakit. Ada juga yang lebih nyaman karena tidak dibasahi sperma ketika pasangan ejakulasi.

Jadi tampaknya keluhan kedua pihak, baik suami maupun istri, bersifat subyektif. Wajar kalau suami pakai kondom dengan alasan "lebih enak". Soal apakah ada alasan lain, hanya dia yang tahu.

Dugaan Anda mengenai kemungkinan suami terkena penyakit, hal itu harus punya alasan kuat. Tanpa alasan, hanya akan menimbulkan masalah baru dalam hubungan dengan suami. Hanya dia yang tahu, apakah perilaku seksualnya berisiko tinggi sehingga dia menggunakan kondom untuk mencegah penularan infeksi melalui hubungan seks.

Kalau ini yang dilakukan, berarti dia berupaya agar tidak terjadi penularan kepada Anda. Di sisi lain, kalau dengan kondom Anda terganggu sampai tidak dapat orgasme, tentu ini harus dipertimbangkan oleh suami.

Suami mengalah

Rasa sakit yang Anda alami boleh jadi disebabkan hambatan psikis karena suami menggunakan kondom. Akibatnya, perlendiran vagina berkurang atau terhambat yang menimbulkan rasa sakit ketika berhubungan seksual.

Mungkin juga karena kualitas kondom kurang baik sehingga menimbulkan ketidaknyamanan terhadap vagina. Karena Anda sebenarnya tidak setuju suami menggunakan kondom, tampaknya hambatan psikis itulah penyebab utamanya.

Tentu tidak semua istri mengalami sakit bila suaminya menggunakan kondom. Bagi istri yang siap, apalagi senang suaminya pakai kondom, pasti tidak terjadi hambatan psikis.

Kondom kini bahkan dijadikan komoditas berkaitan dengan variasi seksual. Karena itu, ada berbagai jenis bentuk, warna, dan rasa kondom. Sepanjang diproduksi memenuhi syarat kesehatan, berbagai jenis tentu bukan masalah.

Mengatasi masalah Anda sebenarnya sederhana saja walau tidak selalu mudah. Pertama, harus jelas mengapa senang pakai kondom. Kedua, kalau penggunaan kondom tak ada hubungan dengan perilaku seksual berisiko tinggi, tak perlu menggunakannya.

Artinya, suami harus "mengalah" walaupun tidak merasakan "lebih enak" agar istri tidak terganggu sehingga hubungan seksual harmonis kembali. Hubungan seksual seharusnya dilakukan untuk kepentingan kedua pihak, bukan untuk kepentingan salah satu pihak saja. Inilah sesungguhnya hakikat kehidupan seksual yang harmonis.

Konsultasi dijawab oleh Prof.Dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And





Alasan wanita tidak ingin bercinta

MESKI hasrat bercinta tengah menggebu, belum tentu pasangan dapat membalasnya Untuk mengetahui alasan wanita enggan bercinta, cobalah keberuntungan Anda dan lihat apa yang terjadi!

Wanita punya suasana hati yang sulit ditebak. Apalagi, dalam urusan bercinta. Ini disebabkan, ada beberapa keadaan di mana wanita enggan bercinta. Tapi, Anda akan sangat terkejut saat mendapatinya begitu ingin bercinta.

Seperti dilansir Askmen, berdasarkan sebuah studi mengungkapkan, sebagian wanita lebih nyaman ketika dirinya bergairah pada saat pasangan mengajaknya bergumul. Apalagi, bila pasangan langsung melancarkan aksi intercourse.

Namun, Canadian Psychiatrist Rosemary Basson telah melakukan wawancara dengan seratus wanita, yang hasilnya cukup mencenangkan.

"Wanita sering memulai aktivitas seksual dengan perasaan netral, tidak berhasrat sama sekali. Tetapi bila pria cukup lihai dalam membangkitkan libido wanita. Maka, dengan sendirinya wanita bisa merasakan hasrat menggebu-gebu seketika?, ujar Basson.

Rosemary Basson juga menjabarkan lewat teorinya, mengapa terjadi pembualan pada produksi libido wanita. Seperti halnya kecenderungan pria memakai viagra karena bisa melancarkan alirah darah di Mr P-nya.

"Ini bisa menjadi alasan yang digunakan kaum hawa ketika pasangannya mengajak untuk bergumul. Tidak sedang bergairah, sedang tidak ada libido. Padahal itu artinya sama dengan sedang tidak mood. Begitu yang biasanya dikatakan wanita," tandas Basson.(nsa)

Sumber : www.okezone.com




Mengapa wanita pura-pura orgasme?

BANYAK hal bisa melegakan hati pria, salah satunya saat ia bisa memuaskan kebutuhan seks wanita. Kalau Anda memalsukan orgasme, pastikan bukan untuk meragukan kemampuannya.

Pria merasa diri sebagai pria saat bisa memberikan performa maksimal di ranjang, kapan pun Anda mengajaknya bercinta. Anda tentu sangat paham kenyataan ini dan tahu bagaimana pentingnya hal ini untuk membuat pria merasa percaya diri.

Jika seorang wanita merasakan kesenangan meski dengan ketidaksempurnaan performa seksual ataupun ukuran organ seksual pria, kepercayaan diri pria akan meningkat. Seorang pria perlu dan harus menunjukkan bahwa dia adalah pasangan yang memuaskan.

Namun, dengan keinginan mencapai kepuasan seksual, wanita tak bisa memaksakan hal itu pada pasangan. Inilah salah satu alasan wanita kerap pura-pura orgasme.

Wanita pura-pura orgasme semudah pria berbohong. Sebenarnya, alasannya tidak selalu buruk dan menyakitkan. Pura-pura orgasme adalah alat yang diperlukan dalam permainan seks, khususnya untuk "seks yang rapuh".

Mengapa berpura-pura?

Berikut tiga alasan mendasar mengapa wanita pura-pura orgasme, seperti dikutip Askmen. Alasan pertama wanita pura-pura orgasme, mencapai klimaks, dan merasakan kenikmatan adalah untuk memuaskan pasangan. Pria senang melihat Anda bisa menikmati diri dan merasa seksi.

Kesenangan tersebut membuatnya juga merasakan hal yang sama dan menuntunnya untuk menikmati orgasme. Seperti halnya pria, wanita pun selalu mencari cara memuaskan pasangan. Sebuah timbal balik yang menyenangkan.

Alasan kedua adalah untuk cepat menyelesaikan babak pergumulan. Dengan berbagai alasan, wanita sering kali tidak mood bercinta, tapi dengan memalsukan orgasme, pria kemungkinan akan mudah dan cepat mencapai klimaks.

Alasan ketiga, untuk tantangan. Bayangkan jika Anda merasa memiliki tanggung jawab sangat besar untuk membuat pasangan mencapai orgasme. Anda tentu senang saat tanggung jawab tersebut bisa dipenuhi.

Tantangan tersebut membuat wanita ingin melihat bagaimana Anda bisa sangat gembira dengan performanya. Intinya, memasulkan orgasme benar-benar membuat wanita bisa menikmati dirinya.(ftr)

Sumber : www.okezone.com




Mengajak suami nonton film porno?

KOMPAS.com - "Saya tidak suka kalau suami diam-diam nonton video porno. Saya lebih suka menontonnya berdua. Bagaimana ya, caranya supaya ia mau mencoba nonton film biru dengan saya?" (Surat dari Jenny, 33 tahun)

Anda pasti sudah pernah mendengar, bahwa pria menikmati pornografi sama seperti wanita menikmati halaman mode di majalah fashion. Tetapi, film porno kan bisa dinikmati bersama sebagai pasangan? Siapa tahu nanti ada ide untuk mencoba posisi tertentu?

"Kebanyakan pria memang senang mencoba sesuatu yang mereka tahu bisa merangsang pasangannya," ujar Lou Paget, penulis The Great Lover Playbook. "Sampaikan hal ini sebelum Anda berdua masuk ke kamar tidur. Katanya, 'Aku ingin sedikit bereksperimen malam ini. Aku enggak suka kalau kamu nonton film porno sendirian, soalnya... (katakan alasan Anda). Kenapa kita enggak nonton bareng aja?'."

Cara ini, menurut Paget, tidak jauh berbeda dengan ketika Anda berdiskusi dengan suami untuk mencari tempat yang enak untuk makan, atau saat ingin membeli mobil baru. Justru di sinilah kesempatan untuk berkomunikasi dan menemukan sesuatu yang baru sebagai pasangan.

Tentunya, Anda bisa mencari film dengan plot yang cukup menarik. Dari situ Anda tetap akan menemukan bintang yang bertubuh indah, namun dengan skenario yang cukup terjaga dan plot yang berkembang. Film yang tidak ada konsep cerita atau dialog, dan hanya menonjolkan adegan-adegan panas, tidak akan memberikan "sesuatu" untuk Anda.

"Kemudian duduklah bersama suami di tempat tidur, pangku laptop Anda, lalu cari film yang Anda inginkan, dan komunikasikan apa yang Anda sukai," ujar Paget.

Mengenai kebiasaan suami "bersolo karir", Anda mungkin perlu mencoba untuk menerimanya, atau, setidaknya mentoleransinya selama hal itu tidak mengacaukan hidupnya dan hidup Anda.

"Hal ini merupakan satu contoh tindakan seksual pribadi yang dihadapi sebagian orang, meskipun mereka mempunyai hubungan yang bahagia bersama pasangannya," tambah Paget. "Anda juga bisa menikmatinya selama pornografi dijadikan aktivitas berdua bersama suami."

Sumber : www.kompas.com




Mengapa pria hobi melihat situs porno?

KOMPAS.com Bukan rahasia lagi kalau banyak pria suka menyaksikan materi pornografi. Menurut survei Tracking Survei tahun 2004 oleh the Pew Internet & American Life Project, 26 persen pria pengguna internet sering mengakses situs khusus pria dewasa. Bandingkan dengan wanita, hanya tiga persen yang punya kebiasaan serupa.

Hobi seorang pria pada materi pornografi ini sering kali menimbulkan reaksi khawatir dari pasangannya.

"Biasanya para wanita merasa tertekan oleh hobi pasangannya karena mereka merasa tak seseksi bintang porno," kata Lonnie Barbach, PhD, terapis seks dari San Francisco, Amerika Serikat.

Pertanyaan besarnya adalah, mengapa para pria suka melihat gambar atau video orang telanjang? Pertanyaan ini mungkin agak sulit dijawab. Para ahli mengatakan, bagaimana gairah yang timbul setelah melihat materi pornografi berkaitan dengan banyak bagian di otak.

Salah satu teori menyebutkan, saraf mirror berperan penting dalam timbulnya gairah pada pria. Sel otak ini akan bereaksi tidak hanya saat sebuah tindakan dilakukan, tetapi juga saat kita hanya mengamati. Itu sebabnya, memandangi gambar porno bisa menimbulkan gairah seperti halnya jika ada obyek sungguhan di depan mata.

Teori lain mengatakan, secara alamiah otak pria sangat mudah terangsang sehingga pria siap melakukan hubungan seks setiap saat. Karena itu, saat melihat materi pornografi, saraf mirror di otak akan menangkapnya sebagai hal yang nyata.

Para ahli juga menyatakan bahwa pornografi bisa menimbulkan efek kecanduan yang prosesnya sama dengan kecanduan kokain dan zat adiktif lainnya. Kecanduan mengakibatkan otak bagian tengah depan mengecil.

Penyusutan sel otak yang memproduksi dopamine, zat kimia pemicu rasa senang, itu mengacaukan neurotransmitter atau pengirim pesan.

Biasanya para wanita merasa tertekan oleh hobi pasangannya karena mereka merasa tak seseksi bintang porno.

Sumber : www.kompas.com




Mitos keperawanan bikin takut

KOMPAS.com Cerita bahwa keperawanan bisa hilang karena jatuh dari sepeda sungguh meresap pada gadis ini, sampai ia ketakutan menjelang hari pernikahannya. Padahal, tidak ada bukti ilmiah bahwa keperawanan hilang akibat jatuh dari sepeda.
"Saya seorang gadis berumur 27 tahun, berencana menikah tahun ini. Masalahnya, saya selalu khawatir,
bahkan takut dengan keadaan saya. Saya sudah tidak perawan lagi, meskipun hilangnya keperawanan saya bukan karena suka melakukan hubungan seks bebas.

Waktu berumur 12 tahun, saya mengalami kecelakaan, jatuh dari sepeda. Sampai saat ini saya masih takut mengatakannya kepada calon suami, takut dia tidak percaya dan menuduh saya yang bukan-bukan.

Pertanyaan saya, bagaimana cara meyakinkan calon suami bahwa saya tidak perawan karena kecelakaan itu? Apakah kira-kira dia mau menerima saya dan percaya seratus persen? Mengapa keperawanan masih merupakan hal yang sangat dominan di Indonesia?"
W.T., Malang

Tidak ilmiah

Saya anggap aneh sekali kalau Anda merasa "sudah tidak perawan lagi" padahal Anda tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya. Seorang wanita disebut tidak perawan kalau sudah pernah melakukan hubungan seksual. Karena Anda belum pernah melakukan hubungan seksual, berarti Anda seorang perawan.

Saya justru merasa kasihan karena Anda merasa seperti itu, bahkan mungkin juga tersiksa menjelang hari pernikahan. Padahal, ternyata Anda masih seorang perawan karena memang belum pernah melakukan hubungan seksual.

Saya tidak tahu siapa yang memberitahu bahwa Anda sudah tidak perawan lagi karena jatuh dari sepeda dulu. Mengenai kecelakaan yang dulu Anda alami, tentu bukanlah penyebab Anda menjadi tidak perawan karena Anda memang belum pernah melakukan hubungan seksual.

Kalau yang Anda maksud dengan sudah tidak perawan lagi adalah robekan selaput dara akibat jatuh dari sepeda, ada dua hal yang perlu dipertanyakan.

Pertama, robeknya selaput dara tidak dapat dijadikan patokan apakah seorang wanita sudah pernah melakukan hubungan seksual. Wanita yang pernah melakukan masturbasi dengan memasukkan benda padat ke dalam vagina, selaput daranya juga dapat robek.

Kedua, dari mana Anda mengetahui keadaan selaput dara Anda akibat kecelakaan itu? Saya khawatir Anda hanya menerima informasi yang salah tentang selaput dara, yang antara lain disebutkan bisa robek karena wanita melakukan olahraga atau jatuh dari sepeda.

Sesungguhnya tidak ada bukti ilmiah bahwa olahraga seperti lompat tinggi dan jatuh dari sepeda dapat menimbulkan robekan di selaput dara. Memang sayang sekali, banyak informasi yang disampaikan di media massa seperti itu.

Pemberi informasi ternyata hanya meneruskan apa yang pernah mereka dengar sebelumnya, bukan berdasarkan bukti ilmiah. Artinya, hal itu sama saja dengan menyuburkan mitos tentang seks yang memang banyak beredar di masyarakat.

Tak harus berdarah

Ketidakmengertian tentang seksualitas, ditambah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, merupakan penyebab penting mengapa mitos tentang seks, khususnya keperawanan, tetap tumbuh subur di negara kita. Pengertian yang salah tentang keperawanan tidak jarang menimbulkan akibat buruk, bukan saja bagi pihak wanita, melainkan juga bagi pihak pria.

Anggapan bahwa wanita perawan harus mengeluarkan darah ketika pertama kali melakukan hubungan seksual adalah anggapan yang salah dan hanya didasarkan pada mitos. Wanita yang cukup terangsang dan siap secara psikis tidak akan mengeluarkan darah ketika pertama kali melakukan hubungan seksual. Sebaliknya, kalau wanita tidak cukup terangsang, apalagi mengalami hambatan psikis, hampir pasti mengalami perdarahan.

Saya pikir tidak ada yang perlu Anda sampaikan kepada suami yang berkaitan dengan keperawanan dan jatuh naik sepeda. Di pihak lain, tidak ada alasan bagi suami untuk tak menerima Anda karena menganggap Anda tidak perawan.

Bukankah Anda memang tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya?

Konsultasi dijawab oleh Prof.Dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And

Sesungguhnya tak ada bukti ilmiah bahwa olahraga seperti lompat tinggi dan jatuh dari sepeda dapat menimbulkan robekan di selaput dara.

Sumber : www.kompas.com




Orgasme tidak cuma membakar kalori


Titik klimaks atau orgasme pada perempuan bisa membuat lebih tenang tak sekadar relaksasi.

KOMPAS.com - Satu di antara tanda disfungsi seksual pada perempuan adalah kesulitan mencapai titik orgasme. Padahal orgasme sangat baik untuk tubuh dan kesehatan.

Menurut JAMA (the Journal of the American Medical Association), 43 persen perempuan Amerika menderita disfungsi seksual. Dan mereka cenderung menyalahkan diri sendiri karena tidak mampu orgasme.

Jika Anda punya masalah serupa, hentikan menyalahkan diri sendiri. Temukan solusinya, dan kenali manfaat orgasme untuk membantu Anda mendapatkan titik kepuasan dalam hubungan intim dengan pasangan.

Solusinya :

* Sesekali manfaatkan kesendirian Anda untuk mencoba stimulasi dengan masturbasi. Dengan cara ini Anda bisa mencari tahu pada titik mana atau apa yang bisa membuat Anda bergairah.

* Komunikasi dengan pasangan saat sedang bermesraan. Jangan sungkan mengungkapkan apa yang Anda inginkan atau butuhkan dalam hubungan intim.

* Umumnya perempuan terangsang saat klitoris mulai distimulasi oleh pasangan. Jika Anda sudah mulai merasa mencapai titik orgasme, kapanpun itu, bahkan ketika masih dalam tahap stimulasi, katakan saja pada pasangan.

Manfaat orgasme :

Meredakan ketegangan saraf

Saat berhubungan seks, denyut jantung berdebar cepat, aliran darah meninggi, otot menegang, yang berujung pada perasaan rileks yang ditandai dengan orgasme. Proses ini mampu meredakan ketegangan dalam sistem saraf.

Membuat tidur lebih nyenyak

Orgasme pada lelaki diikuti dengan penurunan tekanan darah yang cepat, kemudian relaksasi. Sedangkan bagi perempuan, orgasme berdampak setingkat lebih progresif namun tak kalah penting. Orgasme seperti obat penenang. Pelepasan endorfin yang sempurna membuat efek tenang yang luar biasa. Jika sudah begini, masalah tidur bisa terobati bukan?

Mengurangi kebiasaan ngemil

Aktivitas seksual memicu produksi phenetylamine, yakni sejenis amphetamine alami yang mampu mengontrol selera makan. Dengan begitu, kebiasaan makan makanan cepat saji atau bahkan rokok sekalipun bisa berkurang atau bahkan hilang dengan hubungan seksual yang mencapai orgasme.

Membakar kalori

Bukankah urusan membakar kalori dalam rangka diet menjadi urusan nomor wahid banyak perempuan? Hubungan intim dengan mencapai orgasme mampu membakar kalori, sama seperti Anda berolahraga, misalkan dengan beberapa kali putaran renang misalnya.

Bekerja sebagai pengatur rasa sakit yang natural

Pernahkah Anda berada dalam kondisi melupakan penyakit langganan Anda, seperti sakit kepala atau lainnya, saat berhubungan intim? Ternyata hal ini bukan hanya efek psikologis karena Anda sedang bercinta. Endorphin (senyawa alami mirip dengan morphin) dilepaskan dari dalam tubuh saat bercinta. Senyawa ini mampu meningkatkan toleransi tubuh atas rasa sakit hingga mencapai 70 persen selama orgasme. Tentunya hal ini bisa bervariasi pada setiap orang.

Orgasme memang persoalan personal. Apa pun yang membuat Anda merasa bahagia, hidup, luar biasa, dan begitu pun dalam hubungan dengan pasangan, itulah inti dari orgasme yang sebenarnya. Jikapun bisa membakar kalori atau lainnya, bukankah positif untuk tubuh Anda?

Sumber : www.kompas.com




Sabtu, 27 November 2010

4 keluhan wanita saat bercinta


Apa saja problem bercinta yang paling sering dikeluhkan wanita? Cari tahu juga penyebabnya

Seiring berjalannya perkawinan, kehidupan seks seringkali menjadi proritas ke sekian bagi pasangan suami istri. Hal ini bisa disebabkan dengan semakin padatnya kesibukan wanita di dunia karier dan dalam urusan rumah dan anak-anak.

Tak mengherankan jika problem mulai bermunculan dalam kehidupan seks wanita menikah. Apa sih, masalah yang paling banyak dikeluhkan wanita?
1. Kapan Sampai Puncaknya?

Foreplaynya begitu mendebarkan, tetapi puncak nikmatnya, kok, standar saja? Setelah sekian menit, tanda-tanda tubuh 'meledak' karena orgasme tak datang juga. Apa yang terjadi?

Keluhan seks sulit orgasme memang paling banyak dikeluhkan wanita.

Ada wanita yang baru bisa menikmati 'puncak', hanya kalau posisinya di atas. Ada yang hanya mendapatkannya saat diberikan stimulasi oral dari pasangan. Bahkan banyak wanita yang tidak bisa terangsang dengan stimulasi jenis apapun baik manual maupun oral. Namun, yang paling fatal, ternyata 10% dari total wanita di Indonesia mengaku tak tahu rasanya orgasme, karena tak pernah mengalaminya.

Pemicu sulit orgasme diyakini tak hanya satu faktor. Bisa karena masalah fisik seperti kelelahan, masalah medis (gangguan pembuluh darah dan syaraf hingga konsumsi obat penenang maupun darah tinggi), hingga masalah psikis, seperti rasa cemas yang berlebih.

2. Kurangnya Pelumas

Soal foreplay, Anda dan pasangan rasanya sama-sama juaranya. Aneka gaya seru bisa diciptakan sebelum memulai permainan. Tetapi, kenapa daerah V tetap terasa kering atau tidak ada lubrikasi? Penyebabnya, bisa beragam karena foreplay yang kurang lama, stres, penyakit diabetes, pengaruh obat juga, kebiasaan mengonsumsi alkohol berkelebihan.

3. Tak ada energi untuk bercinta

Suami mengajak bercinta, Anda malah sibuk mengeluarkan seribu alasan, capeklah, kepala pusinglah, bahkan pura-pura tidur. Kondisi ini secara fisik bisa dipicu oleh 3 hal, utama yaitu kerusakan saraf, penurunan aliran darah ke organ kelamin, dan faktor hormonal. Faktor hormonal biasanya muncul pada Anda yang telah menggunakan alat kontrasepsi KB, baru melahirkan, menyusui, dan pasca-histerektomi (pengangkatan rahim).

4. Nyeri di bagian organ intim

Vagina terasa nyeri seperti terbakar memang bisa mengganggu acara bercinta. Hal inilah yang dinamakan dyspareunia, yakni nyeri saat berhubungan seks, yang merupakan problem yang kerap dialami wanita.

Penyebabnya, bisa karena kurangnya lubrikasi didaerah vagina, luka bekas episiotomi (pengguntingan di daerah anus dan vagina saat persalinan untuk melebarkan jalan lahir), penipisan dan pengeringan dinding vagina akibat kurang estrogen, hingga infeksi jamur. Agar diagnosis tepat, untuk kasus seperti ini segera berkonsultasi dengan ginekolog.

Sumber : www.vivanews.com




Sensasi bercinta dalam gelap


Ajak suami bercinta saat mati lampu. Rasakan sensasinya dan efeknya untuk kesehatan!

Kesal dengan kejadian mati lampu bergilir belakangan ini? Anda tidak sendiri. Tapi, jangan terus-menerus merasa kesal. Anda bisa mengambil sisi positifdari kejadian mati lampu bergilir yang sedang berlangsung.

Caranya, ajak suami bercinta saat mati lampu. Rasakan sensasinya dan efeknya untuk kesehatan! Ingin mencobanya malam ini?

Nah, sebelum memulai aksi bercinta, siapkan kamar dengan menyalakan lilin aromaterapi. Trik ini juga bermanfaat untuk meningkatkan mood Anda dan suami.

Setelah itu tuntun tangan suami untuk mengeksploarasi tubuh Anda. Anda juga jangan mau ketinggalan, telusuri tubuh suami dengan jari-jemari Anda. Dalam keadaan remang-remang, saat saling menyentuh bagian-bagian erotis, Anda dan suami tentu akan merasakan sensasinya yang berbeda. Selebihnya, Anda berdua bisa melanjutkan 'permainan' bercinta ini dalam gelap.

Selain sensasinya yang beda, ternyata bercinta dalam suasana romantis dengan cahaya lilin juga bermanfaat bagi kesehatan. Satu penelitian yang dilakukan American National Cancer Institute dan National Institute of Environmental Health Sciences, AS, menyebutkan pencahayaan yang redup sangat baik untuk kesehatan payudara dan mengurangi risiko pria terkena kanker prostat.

Kunci penemuan ini terletak pada tingkat melatonin dalam tubuh. Melatonin, adalah hormon yang diproduksi untuk mengatur siklus dan ritme tidur, yang juga berperan pada sistem imunitas tubuh, suhu tubuh, dan fungsi endokrin.

"Melatonin mengganggu kemampuan tumor untuk menggunakan asam linoleic, yang bisa menghambat pertumbuhan tumor," kata Dr. David Blask, M.D., Ph.D., pakar endokrinologi saraf. Blask juga mengatakan, bahwa jika kita lebih sering berada pada cahaya yang minimum dapat meningkatkan hormon melatonin ini.

Kabar baiknya, tidak hanya saat tidur dalam gelap, tubuh Anda bisa memproduksi melatonin, tapi saat bermesraan dengan suami dalam gelap pun, hormon ini diproduksi dalam tubuh. Ingin mencoba bercinta dalam gelap? Mati lampu atau tidak Anda bisa melakukannya, kok.

Sumber : www.vivanews.com




Posisi bercinta yang memuaskan wanita


Meski termasuk gaya klasik, tapi 3 posisi ini bisa memudahkan Anda mencapai kepuasan.

VIVAnews - Pria memang cenderung mendominasi saat bercinta. Teknik bercinta mereka pun terkadang lebih baik dibandingkan wanita. Walaupun begitu, bukan berarti Anda tidak bisa mendominasi. Nah, jika Anda ingin mendominasi saat bercinta, tunjukkanlah teknik bercinta yang Anda miliki.

Untuk menunjukkannya ada tiga gaya klasik yang bisa dilakukan. Meskipun termasuk gaya bercinta yang klasik, tetapi bisa membuat pasangan 'bertekuk lutut'. Kepuasan akan Anda dan pasangan dapatkan jika Anda melakukannya dengan teknik yang tepat.

1. Women on Top

Posisi women on top memang membuat Anda bisa leluasa melakukan apa saja. Jika selama ini pasangan yang selalu mendominasi, saatnya menunjukkan "kemampuan" Anda. Kalau perlu, jangan biarkan pasangan sedikit pun memegang kontrol.

Hal tersebut bisa mengesankan pasangan bahwa Anda penuh energi dan sangat menggoda. Posisi tersebut juga mempermudah Anda mencapai orgasme baik melalui klitoris ataupun area G spot sekitar vagina. Condongkan tubuh ke depan dan lengkungkan punggung Anda.

Selain menggerakkan tubuh ke atas dan bawah, cobalah gerakan memutar. Gerakan tersebut bisa mengenai G-spot pasangan dan Anda pun mendapatkan sensasi yang luar biasa.

2. Posisi duduk

Saat pagi dalam waktu yang sempit Anda dan pasangan harus pergi ke kantor, posisi duduk adalah yang paling tepat. Adrenalin Anda dan pasangan juga akan terpacu karena diburu waktu. Quickie memang menimbulkan sensasi tersendiri dan Anda bisa maksimal bereksplorasi dalam waktu yang sempit dengan posisi duduk.

Duduklah di tempat yang agak tinggi dan suami dalam posisi berdiri. Lalu biarkan ia 'bekerja', Anda akan merasakan stimulasi G-spot yang luar biasa. Pada posisi tersebut, pasangan akan sulit untuk mengendalikan orgasme Anda, dan di sinilah 'kemampuan' Anda akan diuji. Anda bisa juga mencoba posisi lain, yaitu dengan duduk dipangkuannya. Lingkarkan kaki Anda di pinggangnya dan mulailah "bekerja". Dengan posisi tersebut, pasangan juga akan dimanjakan secara visual karena bisa melihat tubuh Anda.

3. Misionaris

Gaya misionaris memang termasuk gaya konvensinal, tetapi bukan berarti membosankan. Anda harus lebih kreatif agar gaya tersebut menjadi lebih seru. Rasa nyaman memang lebih bisa didapatkan dengan gaya misionaris, jangan berhenti berciuman, saling menatap dan memberikan stimulasi melalui sentuhan lembut.

Anda bisa memberi variasi sambil memberikan pijatan sensual pada leher dan punggungnya. Putar pinggul Anda saat pasangan sedang beraksi, dengan begitu kepuasan lebih mudah tercapai.

Sumber : www.vivanews.com




Asap kendaraan turunkan kualitas sperma


Mereka yang beraktivitas di dekat sumber polusi adalah paling rentan terkena dampak.

VIVAnews - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Jakarta sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi ketiga di dunia, setelah Meksiko dan Thailand. Sumber polusi terbesar dihasilkan asap kendaraan bermotor yang mencapai 70 persen.

Kontaminasi gas buang kendaraan bermotor itu tak hanya membuat Jakarta menyandang kota terjorok. Kondisi itu juga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bagi warganya. Dan, mereka yang beraktivitas di dekat sumber polusi merupakan kelompok yang paling rentan menerima dampaknya.

Sebuah penelitian pun dilakukan terhadap 290 polisi lalu lintas pria yang telah bekerja lebih dari lima tahun dan 58 polisi non-lalu lintas. Penelitian dilakukan dengan memeriksa kadar Pb (kadar timbal atau polutan) dalam urin, dan kualitas sperma mereka.

Hasilnya, jumlah spermatozoa polisi lalu lintas hanya berkisar 19,5 juta per mililiter. Jumlah itu lebih rendah jika dibandingkan spermatozoa polisi non-lalu lintas yang lebih 20 juta per mililiter. Sperma polisi lalu lintas juga memiliki mobilitas lebih rendah (44,5 persen) dibandingkan kondisi normal (lebih 50 persen).

Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam buku 'Peningkatan Kualitas Udara Perkotaan: Strategi dan Rencana Aksi Lokal' yang diterbitkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2006.

Secara umum, pencemaran udara memiliki dampak buruk terhadap kesehatan manusia seperti defisiensi oksigen dalam darah, iritasi mata, kerusakan sistem pernapasan, kanker, gangguan sistem syaraf, gangguan reproduksi, dan genetika.

Pencemaran udara juga berdampak buruk terhadap tanaman dan hewan seperti memicu kerusakan daun, berkurangnya produktivitas, menurunnya laju fotosintesa, serta gangguan sistem pernapasan dan syaraf pusat hewan.

Sumber : www.vivanews.com




Gaya bercinta untuk kepuasan berdua


Ingin mendapatkan kenikmatan sensasional bersama suami? Praktekkan gaya bercinta ini!

VIVAnews - Perlu dipahami, ternyata posisi bercinta juga mempunyai andil yang cukup besar sehingga Anda dan suami mencapai kepuasan berdua. Ingin mendapatkan kenikmatan sensasional bersama suami? Praktekkan gaya bercinta ini di rumah malam ini!

Menurut terapis seks, Clifford dan Joyce Panner, ada dua posisi yang mampu membuat wanita 'meledak'. Ada 2 titik sensitif pada wanita yang mampu menghasilkan orgasme. Yang pertama, klitoris, yang menghasilkan orgasme klitoral, dan yang kedua, G-spot yang menghasilkan orgasme vaginal.

Jadi, jangan meremehkan posisi misionaris. Karena, ternyata posisi ini memberi kenikmatan sensasional. Satu gerakan sekaligus menghasilkan dua orgasme. Asalkan penetrasi penis tegak lurus, bukan menyamping, dan si istri mengangkat kedua kakinya ke atas.

Satu lagi posisi yang disarankan adalah posisi tubuh wanita di atas tubuh pria atau yang lebih populer dengan istilah woman on top. Pada posisi ini wanita bisa mengatur supaya dua titik sensitif pada tubuhnya dapat terangsang sekaligus.

Pria mudah terangsang secara visual. Pada posisi berhadapan, dengan posisi duduk atau istri dipangku oleh suami, apalagi kalau diikuti dengan ciuman mesra. Pemandangan memukau jelas membuat suasana makin panas.

Ingin bercinta dengan lembut? Coba posisi berdampingan. Suami berbaring berhadapan, dengan kedua kaki saling bersentuhan (melilit) adalah posisi yang patut dipilih, jika ingin bercinta secara sensual dan lembut.

Sumber : www.vivanews.com




Hipnotis si Dia dengan Lingerie menggoda


Suasana bercinta menjadi lebih hangat dan seru dengan lingerie seksi.

VIVAnews - Mengenakan lingerie memang dapat menyulap penampilan wanita menjadi lebih seksi. Tetapi, jangan sampai salah memilih lingerie. Alih-alih ingin tampil seksi dan menggoda pasangan, penampilan Anda malah terlihat aneh.

Lingerie dirancang untuk membuat kesan seksi pemakainya. Suasana bercinta menjadi lebih hangat dan seru jika Anda menggunakan lingerie yang sesuai bentuk tubuh. Saat ini ada berbagai macam model lingerie yang bisa Anda pilih mulai dari yang vintage hingga yang penuh dengan dengan detail dan hiasan.
Sebelum membeli lingerie, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, antara lain:

Pertama, Anda harus mengenali bentuk tubuh Anda. Tidak ada tubuh yang sempurna, seorang model sekalipun, pasti memiliki kekurangan. Untuk itu, pilihlah lingerie yang menonjolkan kelebihan tubuh dan menutupi kekurangan Anda. Kamisol panjang, dengan potongan A-line bisa menjadi pilihan pertama Anda bagi yang belum pernah menggunakan lingerie seksi untuk menggoda pasangan. Bagian tipis dari kamisol bisa menjadi isyarat yang sangat menggoda pasangan.

Jika Anda ingin terlihat lebih seksi, pilihlah lingerie yang di bagian dadanya cupless. Lingerie ini akan membuat aura Anda keluar dan terlihat sensual. Anda juga bisa memilih yang memilih lingerie cupless yang penuh detail seperti renda dan pita. Untuk lingerie yang lebih menantang, cobalah yang terbuat dari kulit, pasangan pasti akan "takluk" jika Anda menggunakannya.

Bagi Anda yang memiliki tubuh kecil dan ramping lingerie bentuk korset bisa menjadi pilihan. Korset akan menonjolkan pinggang dan dada Anda. Korset, juga pilihan yang pas untuk Anda yang memiliki payudara tidak terlalu besar. Buat Anda yang memiliki kaki indah, pilihlah lingerie yang berbentuk baby doll mini yang panjangnya sebatas lutut. Tetapi, jika kaki Anda tidak terlalu indah pilihlah lingerie yang panjang tetapi berbahan tipis dan menerawang.

Kedua, memilih pakaian lingerie yang tepat dan pas bagi sebagian wanita bukan persoalan mudah. Untuk itu jangan segan-segan untuk memilih dan mencoba berkali-kali sebelum Anda mendapatkan lingerie yang pas dan nyaman di tubuh Anda. Dan, jangan malu untuk meminta pendapat pada pramuniaga tempat Anda membeli pakaian dalam. Mereka biasanya sudah dilatih untuk memilihkan pakaian dalam yang tepat bagi pembeli.

Ketiga, untuk warna, pilihlah warna-warna kromatik dan sederhana. Warna tersebut menimbulkan kesan anggun dan seksi pada tubuh Anda. Tetapi jika ingin lebih seru dan menggoda, warna cerah seperti merah atau oranye pun tidak masalah, selama Anda percaya diri menggunakannya.

Pilihlah lingerie yang membuat Anda nyaman saat mengenakannya. Meskipun terlihat seksi, tetapi jika Anda terlihat aneh atau kaku saat memakainya, nantinya pasangan malah bisa tertawa melihat Anda. Yang terpenting adalah Anda harus merasa percaya diri. Karena, ketika rasa percaya diri itu muncul, keseksian Anda akan terlihat dan pasti membuat pasangan terlena melihat Anda.

Sumber : www.vivanews.com




Libido vs sepatu bertumit tinggi


High heels ternyata bisa menciptakan kehidupan seksual yang lebih baik.

VIVAnews - Menggunakan high heels atau sepatu bertumit tinggi bagi sebagian wanita bisa merupakan suatu hal menyebalkan, meskipun banyak juga yang menyukainya. Nah, jika Anda termasuk orang yang tidak suka menggunakan sepatu hak tinggi, sebaiknya pikir-pikir lagi. Pasalnya, menurut penelitian di Italia, menggunakan sepatu hak tinggi bisa meningkat libido wanita.

Menggunakan sepatu hak tinggi memang bisa menimbulkan rasa percaya diri. Anda terlihat lebih tinggi dan tubuh juga lebih jenjang. Tidak hanya itu, Dr. Maria Cerruto, yang melakukan penelitian pada 660 wanita, menemukan bahwa wanita yang sering memakai sepatu hak tinggi kehidupan seksualnya lebih baik. Penelitian ini melibatkan wanita yang berusia di bawah 50 tahun.

Mayoritas responden yang sering menggunakan sepatu hak tinggi, memiliki postur tubuh yang baik. Postur tubuh yang baik ini diperoleh karena responden suka memakai hak tinggi. Postur tubuh yang baik ini ternyata berpengaruh pada lancarnya aliran darah ke otot panggul, dan membuat dalam posisi yang benar dan bekerja secara optimal.

Hal itu juga berefek pada fleksibilitas otot pinggul. Kenyataannya, banyak wanita yang jarang melakukan latihan untuk otot panggulnya. Padahal latihan tersebut penting untuk kesehatan dan kehidupan seksual. Nah, untuk menyiasatinya adalah dengan menggunakan sepatu hak tinggi.

Meskipun Anda sudah sering menggunakan sepatu hak tinggi, agar kehidupan seksual lebih baik, imbangi dengan latihan yang menfokuskan pada kekuatan otot panggul. Perhatikan juga kenyamanan dan keamanan sepatu hak tinggi Anda. Jangan sampai membuat cedera otot kaki.

Sumber : www.vivanews.com




Malas bercinta = Frigid?


Ketika mood bercinta tidak juga muncul, apa yang harus dilakukan?

VIVAnews - Banyak hal yang membuat wanita malas berbercinta. Di antaranya adalah trauma kehamilan (takut hamil), penggunaan kontrasepsi, dan adanya kerusakan-kerusakan di sekitar vulva (dinding vagina) akibat persalinan.

Selain itu, wanita yang habis melahirkan juga mengalami perubahan susunan hormonal tubuh, yaitu perubahan kadar estrogen dan progesteron yang berakibat sebagai penurunan selera seksual. Keengganan berbercinta juga dapat datang karena adanya rasa gelisah, depresi, lelah, ngilu pada alat genital (dalam dan luar), dan lubrikasi yang berkurang.

Dulu, ada larangan untuk melakukan bercinta sehabis melahirkan, selama masa nifas. Tak jarang, larangan ini keterusan hingga batas waktu yang sukar diduga. Akibatnya, banyak wanita yang enggan 'memulai kembali' kehidupan seksualnya dengan suami.

Pekerjaan seorang ibu yang baru melahirkan sudah pasti akan bertambah, belum lagi ditambah dengan proses menyusui. Kegiatan itu tentu akan melelahkan. Ketika tiba saatnya untuk berhubungan intim, maka yang tersisa hanya rasa lelah dan capai.

Beberapa hal di atas sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan seksual seorang wanita. Keadaan seperti itu biasanya berlangsung hingga terjadi ovulasi, bahkan dapat terjadi selama 18 bulan setelah melahirkan. Oleh karenanya, keadaan tak menentu seperti di atas harus segera diatasi, sebelum berpengaruh terhadap kehidupan seks, juga kegiatan sehari-hari yang lain.

Postur tubuh pun akan banyak sekali berubah setelah melahirkan. Perut yang membuncit, payudara membesar, kadang-kadang dapat mempengaruhi kepercayaan diri, harga diri, juga selera terhadap seks.

Bila Anda tidak ingin kehilangan gairah seks, tetapi juga tak berselera untuk kembali menjadi pasangan layaknya pengantin baru, pikirkan bahwa Anda tidak sendirian. Kebanyakan wanita yang sudah melahirkan mengalami hal yang sama. Coba pulalah untuk kembali pada dokter kandungan Anda untuk dilihat keseimbangan hormon.

Jika merasa lelah, ada baiknya Anda beristirahat yang cukup sebelum suami pulang kerja. Dengan demikian, kelelahan dapat diatasi. Atau, carilah tenaga tambahan (suster, pembantu rumah tangga, dan lain-lain) untuk meringankan pekerjaan Anda sehari-hari.

Sumber : www.vivanews.com




Selasa, 23 November 2010

G-Spot itu mitos?


G-SPOT, istilah yang dikenal luas sebagai titik (spot) rahasia pada organ genital wanita yang membawanya merasakan kesenangan luar biasa. Sebenarnya, keberadaa G-Spot mitos atau fakta? Kajian terbaru mengatakan G-spot adalah mitos belaka.

Para peneliti dari King's College London mengklaim tak ada bukti tentang adanya G-spot. Padahal menurut dugaan sebelumnya, G-spot adalah sebuah kumpulan saraf internal yang bisa membawa wanita pada orgasme atau tingkat kepuasaan yang melampaui imajinasinya. Demikian seperti okezone kutip dari Femalefirst, Senin (4/1/10).

Kajian memasukkan data dari hampir 2000 wanita. Andrea Burri, ketua penelitian mengatakan pada the Times bahwa penelitian dimaksudkan untuk mengurangi perasaan takut dan ketidakcakapan seksual pada banyak orang, baik pria maupun wanita saat ingin menemukan titik sensitif tubuh wanita.

"Agak tidak bertanggung jawab mengklaim adanya suatu entitas yang tidak pernah benar-benar teruji dan memberikan perasaan tertekan pada wanita, juga pria," kata Burri.

Para peneliti mengatakan sejauh ini kajian terbesar yang pernah dilakukan dan menunjukkan hasil cukup meyakinkan tentang G-spot adalah subyektif. Mereka mencapai kesimpulan tersebut setelah mengkaji lebih dari 1800 wanita Inggris yang semuanya pasangan kembar, baik kembar identik maupun kembar tidak identik.

Penelitian tersebut mengatakan, jika salah satu kembar identik dilaporkan memiliki G-spot, maka kemungkinan saudara kembarnya juga memberikan hasil yang sama. Namun tidak ada pola semacam itu muncul, yang menunjukkan G spot adalah masalah pendapat subjektif wanita.

Penelitian ini telah ditantang, terutama setelah sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine yang mengatakan G-spot benar-benar nyata.

Beverly Whipple dari Rutgers, yang mempopulerkan istilah G-spot pada tahun 1981 dalam bukunya "The G-Spot And Other Recent Discoveries About Human Sexuality", mengatakan penemuan terbaru tersebut "cacat" karena mengabaikan dan tidak turut memperhitungkan aktivitas seksual pada kaum lesbian dan biseksual.

Tim Spector, co-author penelitian menegaskan, "Wanita bisa dikatakan mempunyai G-spot disebabkan oleh diet atau olahraga, tapi kenyataannya, hampir tidak mungkin untuk menemukan ciri yang nyata."(ftr)

Sumber : www.okezone.com




Fantasi seks banyak memberi manfaat


SEBERAPA perlu seseorang melakukan fantasi seksual? Menurut konsultan seks, Dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, MKes-MMR yang juga berpraktik di Win Klinik, Kamar Sutera, Kelapa Gading Square Jakarta ini, fantasi seksual itu sebenarnya cukup berperan penting dalam membangkitkan berahi seseorang.

"Apalagi yang sedang punya masalah. Fantasi seks ini sangat penting. Misalnya seseorang, baik laki-laki maupun perempuan yang mengalami problem dengan kemampuan seksualnya seperti seseorang yang sedang dilanda stres atau kegelisahan sehingga tidak mampu membangkitkan berahinya," papar Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Fantasi seks yang dilakukan oleh pria dan wanita itu berbeda-beda. Misalnya membayangkan paras orang lain yang tidak dikenal, orang yang populer bahkan sampai orang yang sebenarnya hanya fiktif.

Ferryal juga menjelaskan fantasi seksual adalah hal yang biasa. "Kalau fantasi direalisasikan itu namanya bukan lagi fantasi seksual, tapi variasi seksual," ungkapnya.

Dikutip dari seorang terapis seks dan perkawinan di New York, Dr Michael Perelman, PhD, Hastaning mengutarakan bahwa mungkin saja pasangan Anda mengkhawatirkan bagaimana performance dia di tempat tidur.

Dr Jamie Corvalan, seksolog dan dokter bedah di Glendale, California menegaskan bahwa "Fantasi ini bukan tentang perkosaan atau kekerasan terhadap wanita." Bagi pria yang sering mendominasi wanita, tujuannya adalah mewujudkan impiannya dan menjadikannya sebagai dorongan egonya.

Hastaning menceritakan, beberapa tahun lalu pernah ada klien wanitanya sangat membutuhkan penahapan fantasi seks, sebagai terapi modifikasi perilaku kognitif agar pasien wanita tersebut tidak takut kemasukan penis ketika bercinta dengan suaminya. Alhasil fantasi tersebut harus diajarkan setahap demi setahap agar tidak trauma dengan penis suaminya sendiri.

"Dari cerita tersebut, maka kita bisa mengatakan, ya perlu juga sih fantasi seks itu," ujar Psikolog yang juga aktif mengajar di Akademi Keperawatan, Dinas Kesehatan, Semarang.

Semua fantasi itu datangnya dari otak. Dukungan penuh akan datang dari mata (pernah melihat sebelumnya), telinga (mendengar desahan), penciuman (body smell yang menggairahkan) dan perabaan (usapan lembut pada organ tertentu).

Menurut Dr Bonnie Jacobson, PhD, psikolog di New York, "Organ seksual yang paling kuat adalah imajinasi." Seseorang akan bergairah hanya dengan menggambarkan fantasinya itu dan mendengarkan suara atau desahan.

"Hubungan intim kedua belah pihak yang saling terbuka, memahami bahkan membantu pasangannya, tidak cuma kepuasan fisik yang akan dicapai, melainkan semakin mendekatkan mereka secara pribadi," ungkap Hastaning yang juga menjadi dosen di Akademi Keperawatan RS Elisabeth Semarang.

Selain itu, pihak wanita juga merasa lega karena keinginannya terpenuhi di ranjang dan bisa menjadi diri mereka sendiri dalam hal bercinta. Namun perlu disadari juga bahwa tidak semua pria bisa langsung menerima kenyataan kalau pasangannya ternyata memiliki fantasi seksual yang sama, bahkan melebihi dirinya.

"Sesuaikan khayalan dengan kondisi yang ada. Tidak usah mengada-ada dan terlalu frontal berubah," pesan Hastaning.

Sumber : www.okezone.com




Dengarkan harapan seks wanita


WANITA ingin para pria bisa membaca pikiran mereka untuk membuat hidupnya jauh lebih mudah. Dalam hal bercinta, dia ingin Anda menyentuhnya di titik yang tepat, pada waktu yang tepat, dan tekanan yang tepat.

Dengan mencari sebanyak mungkin artikel seks dan latihan, Anda akan bisa menikmati tiap adegan ranjang bersama pasangan. Simak bagaimana harapan wanita terhadap pria soal seks, seperti dikutip Askmen.

Bukan masalah jumlah

Apakah pria sejati di ranjang adalah mereka yang bisa ejakulasi 10 kali saat berduel dengan pasangannya? Nyatanya, wanita tidak pernah membayangkan dirinya dengan pria yang bisa orgasme sepanjang malam.

Rasanya tentu menyakitkan jika pasangan harus melayani ejakulasi sepanjang malam. Satu kali terhitung cukup normal, dua kali terhitung bagus, tiga kali adalah bonus.

Ingat, wanita justru bermimpi bersama pria bisa memberikan reaksi tepat saat dia ingin bercinta. Jadi bukan soal jumlah, tapi kualitas.

Foreplay payudara

Kebanyakan pria menganggap puting payudara pasangan adalah tujuan utama dan pertama untuk diserang. Wajar saja karena wanita memang senang menerimanya.

Ada cara asyik untuk ronde foreplay payudara. Tekniknya, mulai di bagian luar payudara. Kemudian, maksimalkan lidah dan jari-jemari Anda untuk melingkari puting payudara. Baginya, itu memberikan sensasi nikmat.

Selanjutnya, lancarkan aksi menghisap, menjilat, dan menggigit puting payudaranya.

Ungkap ide seks dengan pendekatan tepat

Saat Anda menyarankan pasangan ide seks di luar kebiasaan, dia mungkin akan sedikit curiga. Siapa yang sudah Anda ajak bicara? Apakah Anda sudah tidur dengan wanita lain hingga punya ide itu?

Kalau belum apa-apa dia sudah bereaksi defensif, itu sinyal permulaan buruk. Maka, cobalah taktik baru.

Artikel-artikel majalah adalah jalan yang tepat untuk memberikannya pilihan, apalagi jika artikel itu ditulis oleh wanita. Cari artikel yang berisi bagaimana bercinta di tempat tak biasa atau gaya terbaru dan biarkan pasangan membacanya.

Forum obrolan seks yang beranggotakan wanita juga merupakan sumber referensi yang baik. Mereka bisa memberikan pasangan Anda waktu untuk membaca dan menyerap informasi tanpa opini dari Anda.

Sampaikan saran kepadanya dengan hati-hati. Anda tahu bagaimana karakternya, maka temukan cara yang tepat untuk mengungkapkan ide seks Anda.

Sumber : www.okezone.com




Atur posisi senggama dengan benar


Missionary position dapat memberi tekanan lebih dalam pada klirotis Miss V.

MESKI terlihat mudah, namun gaya bercinta missionary butuh perhatian ekstra. Pasalnya, salah satu letak G-spot di tubuh wanita adalah Miss V. Sehingga pria pun dituntut jeli dan piawai "bertempur".

"Missionary position dapat memberi tekanan lebih dalam pada klirotis Miss V. Posisi ini memberi rangsangan secara kontinu bagi wanita. Kesempatan meraih orgasme pun lebih besar," papar Barbara Keesling PhD penulis "Sexual Pleasure: Reaching New Heights of Sexual Arousal & Intimacy".

Nah, bagi pasutri yang begitu menyukai gaya bercinta ini, Keesling pun memberikan saran jitunya. Seperti apa?

"Untuk menikmati missionary position, maka pria harus memberi jarak sekira dua sentimeter di atas tubuh wanita. Dengan posisi ini, tulang pinggang pria bisa bersandar di atas pinggul wanita. Sehingga pertemuan antara Mr P dan Miss V akan lebih dalam," jelasnya. Sedangkan, Patricia Taylor selaku penulis buku "Expanded Orgasm: Soar to Ecstasy at Your Lover's Every Touch" memaparkan, gaya bercinta yang satu ini justru dapat mendatangkan kebosanan pada wanita. Apa pasal?

"Saat penetrasi, Mr P yang bergerak cepat dan konstan bisa membuat wanita bosan," ujar Patricia.

Tapi, bukan berarti wanita tak bisa menikmati sensasi seksual dari aksi Mr P. Sebab, jika Anda melakukannya lebih pelan dan "berirama" bersama, maka bukan tak mungkin Anda meraih multiorgasme dalam sekali pergumulan.

"Namun jika dilakukan dengan pelan, maka bisa memberikan waktu pada pasangan untuk mengikuti gerakan Mr P Anda. Selain itu, Anda berdua dapat merasakan kenikmatan luar biasa," sambung Patricia.

Bagaimana, apakah Anda dan pasangan sudah melakukannya dengan benar?

Sumber : www.okezone.com




Atasi rasa bosan bercinta

PADA saat ingin bercinta, biasanya pasangan melakukannya dengan menggebu-gebu. Sehingga seringkali setelah usai bercinta, gairah itu perlahan surut dan membuat pasangan menjadi bosan.

Menurut aktris cantik Mona Ratuliu, rasa bosan itu bisa timbul dari mana saja. Tidak hanya masalah variasi gaya dalam bercinta, tapi juga soal suasana hati dari pasangan yang sedang baik atau buruk.

"Kalau lagi capek, ya jangan dipaksa. Nanti malah akan membuat acara bercinta jadi tidak terlaksana," ujar Mona, yang dihubungi okezone, belum lama ini.

Menurut Mona, untuk mengatasi rasa bosan dalam bercinta bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti menciptakan suasana rileks, melakukan mandi bareng, atau memberi pijatan mesra kepada pasangan sebelum acara inti dimulai.

"Aku paling demen dipijit sama Indra. Rasanya benar-benar rileks, apalagi kalau badanku sedang pegal-pegal," ujar istri dari Indra Brasco.

Mona menambahkan, saat mandi bareng sebaiknya putar lagu romantis. Selanjutnya, masing-masing pasangan bisa melakukan pemanasan atau foreplay. Langkah ini bisa menjadi pengantar bercinta yang dahsyat.

"Mulailah dengan sentuhan, pijatan mesra, dan berlanjut dengan ciuman. Ciuman membuat kita merasa lebih intim daripada hubungan seks itu sendiri," tukasnya.

Sumber : www.okezone.com




8 Statistik seputar seks

KOMPAS.com - Semakin terbukanya segala sesuatu tentang seksualitas membuat seks semakin tak dianggap sebagai sesuatu yang menimbulkan malu dan tabu. Fakta-fakta berikut ini contohnya:

Punya anak terbanyak

Aktivitas seksual dan reproduksi memang tak bisa dipisahkan. Namun seberapa banyak seseorang bisa menghasilkan keturunan? Seorang wanita Rusia dari abad 18 memegang rekor untuk wanita dengan jumlah anak terbanyak: 69. Wanita ini hamil 27 kali dan melahirkan 16 pasang anak kembar, tujuh pasang kembar tiga dan empat pasang kembar empat.

Meski begitu menurut Guinness Book of World Record pemegang rekor anak terbanyak adalah raja Moroko yang memiliki anak biologis 342 anak perempuan dan 525 anak laki-laki. Pada tahun 1721 ia tercatat sudah memiliki keturunan 700 anak laki-laki.

Pentingkah ukuran?

Tenang, jangan percaya pada mitos kejantanan dan film-film yang menampilkan ekspresi wanita yang terbelalak melihat penis pasangannya. Rata-rata ukuran penis yang normal saat ereksi adalah 11-14 cm dengan diameter 3,2 cm.

Banyak yang butuh bantuan

Diperkirakan 5 persen dari pria berusia 40-an dan 15-25 persen pria usia 56 tahun mengalami disfungsi ereksi. Akibatnya, 57 persen pria dan 64 persen wanita merasa tidak puas dengan kehidupan seksual mereka.

Kapan pertama kali?

Rata-rata pria di dunia kehilangan keperjakaannya di usia 16,9 tahun, sedangkan wanita berhubungan intim di usia rata-rata 17,4 tahun. Studi terbaru menunjukkan faktor genetik mungkin memengaruhi kapan seseorang melakukan seks pertama kali. Orang dengan kepribadian yang impulsif cenderung lebih cepat melakukan hubungan seks dibanding rekannya.

Tidur sendiri

Menurut data National Sleep Foundation, satu dari 10 pasangan suami istri, atau sekitar 12 persen, memiliki kebiasaan tidur di kamar terpisah dari pasangannya.

Selalu mencapai orgasme?

Bila 75 persen pria selalu mencapai orgasme setiap kali bercinta, hanya 29 persen perempuan yang merasakan pengalaman yang sama. Selain itu, kebanyakan perempuan butuh stimulasi klitoris untuk mencapai orgasme.

Hubungan tanpa status

Memiliki komitmen yang jelas dengan seseorang tampaknya sudah tak begitu menarik lagi. Paling tidak itu dibuktikan lewat penelitian Wayne State University dan Michigan State University yang menyebutkan dua pertiga mahasiswa lebih memilih hubungan tanpa status alias punya "teman tapi mesra" ketimbang menjalin komitmen istimewa.

Berapa pasangan seks?

Menurut survei yang dilakukan oleh National Center for Health Statistic terhadap orang dewasa berusia 20-59 tahun, selama hidupnya seorang wanita rata-rata memiliki empat partner seks, sedangkan pria memiliki tujuh partner.

Sumber : www.kompas.com




5 mitos seks yang perlu anda tau

KOMPAS.com - Banyak sekali mitos seputar seks yang tentunya belum pasti kebenarannya. Salah satu mitos tersebut misalnya menyebutkan bahwa pria lebih ingin melakukan seks dibandingkan wanita.

Apakah mitos itu benar? Bagaimana dengan mitos bahwa seks haruslah memuaskan di ranjang, karena jika tidak maka bisa dipastikan hubungan Anda kurang baik! Mari kita cek kebenaran mitos-mitos seks berikut ini!

Mitos ke-1. Pria lebih menginginkan seks daripada wanita

Tidak juga! Sebenarnya alasan bahwa pria lebih cenderung menginginkan seks daripada wanita bukan hanya karena gairah, tapi lebih pada faktor kenapa para wanita lebih cenderung tidak terlalu memikirkan mengenai seks.

Para wanita cenderung mengerjakan lebih banyak aktivitas rumah tangga sehingga mereka kelelahan dan tak memikirkan soal seks. Hormon pada wanita juga membuat mereka berpikir soal seks pada waktu-waktu tertentu saja di tiap bulan, tidak setiap hari seperti halnya pria! Perlu diingat pula, para wanita cenderung merasa terikat secara emosi ketika berhubungan seks dibandingkan para pria. Tentu saja wanita tidak akan meminta pria melakukan hubungan seks dengannya ketika para kaum Adam bersikap sangat menyebalkan dan tak sesuai dengan keinginan sang wanita!

Mitos ke-2. Jika Anda punya banyak pengalaman seksual, pasti Anda mengerti bagaimana memuaskan pasangan.

Tidak juga. Memang kebanyakan orang berpendapat bahwa seseorang yang tahu banyak hal soal seks dan telah berpengalaman akan lebih baik daripada pemula. Yah, teknisnya sih begitu. Tapi seks yang memuaskan tidak hanya berkaitan dengan teknik dan genital, tapi juga persepsi dan mekanisme kerja otak, dan tentu saja definisi seks yang memuaskan bagi tiap orang itu berbeda-beda.

Mitos ke-3. Pasangan yang bahagia memiliki kehidupan seks memuaskan di ranjang. Kalau tidak, ada yang salah dengan hubungan Anda.

Tidak, ini tidak sepenuhnya benar. Kadangkala, pasangan yang berbahagia tidak selalu memiliki kehidupan seksual yang memuaskan, panas membara dan menggairahkan setiap saat! Mungkin saja memang benar bahwa pasangan yang bahagia mempunyai kehidupan seks yang menggairahkan, tapi tidak setiap saat.

Teman Anda bicara soal kehidupan seksnya selalu indah dan membuatnya terbang ke langit ke-7? Hmmm...bisa jadi, tapi benarkah itu? Apa dia mengatakan yang sebenarnya? Ya...mungkin saja dia punya pengertian yang berbeda mengenai seks yang memuaskan! Semua itu subyektif sebenarnya.

Mitos ke-4. Seks haruslah spontan, jika tidak, ada yang salah dengan hubungan Anda!

Jangan percaya yang satu ini! Tenang saja, pada tahap awal mungkin memang benar akan spontan dan yang spontan biasanya berujung pada seks yang menyenangkan. Tapi setelah 18 bulan, hormon yang membuatnya bergairah membara akan mulai tenang, dan tak jarang bahkan pada 9 bulan sudah menurun, dan ini tidak berarti Anda tidak saling menginginkan.

Tapi ini berarti Anda harus mulai mengingatkan pada diri Anda betapa menyenangkannya seks itu sehingga Anda tetap bisa menikmatinya tanpa merasakan rutinitas. Lagipula, sekali-sekali melakukan seks yang terencana akan terlihat sangat menarik untuk dicoba, Anda akan merasa tidak sabar untuk menunggu saat itu!

Mitos ke-5. Wanita tak suka pornografi dan bicara "kotor" saat melakukan hubungan seks.

Setiap wanita tentu berbeda. Tak jarang dari mereka juga menyukai hal-hal yang menawarkan keintiman dengan porsi yang berbeda dengan pria tentunya. Sebut saja bunga atau pijatan aromaterapi dari tempat spa. Ada wanita yang suka, tapi ada pula yang tidak.

Semua orang pasti setuju bahwa wanita gila berbelanja, tapi tentu tidak semua wanita demikian. Begitu pula dengan pornografi. Berdasarkan suatu penelitian, tidak semua wanita menyatakan membenci pornografi.

Sumber : www.kompas.com




Ingin hamil, bercintalah dengan gaya ini !!!

Posisi missionary dianggap paling efektif dalam terjadinya pembuahan.

Banyak orang mengatakan, semakin Anda menginginkan sesuatu, semakin sulit Anda mendapatkannya. Hal ini juga kerap terjadi ketika Anda begitu menginginkan kehadiran seorang anak, tetapi Anda tak kunjung hamil.

Namun, dr Hal Danzer, dokter spesialis kesuburan dan salah satu pendiri Southern California Reproductive Center, berbagi tips mengenai posisi seks terbaik yang memungkinkan terjadinya pembuahan. Simak penjelasannya dalam artikel yang dia buat di Parents.com.

1. Berhubungan sebelum Anda berovulasi

Sperma bisa tetap berada di rahim dan saluran telur ke rahim selama 2 atau 3 hari. Namun, telur Anda mungkin hanya akan bertahan 12-24 jam setelah dilepaskan. Jadi, berhubungan seks sebelum Anda berovulasi bisa mendorong kemungkinan adanya sperma yang akan menyambut telur Anda begitu dilepaskan.

Jika siklus menstruasi Anda 28 hari (saat Anda berovulasi pada hari ke-14), lakukan hal-hal berikut ini:

* Lakukan hubungan seks beberapa kali seminggu begitu menstruasi Anda berakhir. Melakukan hubungan cukup sering seperti ini dapat memastikan bahwa Anda tidak melewatkan masa paling subur, khususnya jika panjang siklus Anda bervariasi dari bulan ke bulan.

* Lakukan hubungan setiap hari sekitar hari ke-10.

* Jika Anda mendapat hasil positif pada ovulation predictor kit atau OPK (bisa dibeli di apotek), atau sekitar hari ke-12, maka lakukan hubungan pada hari tersebut dan dua hari berikutnya. Inilah hari-hari utama dalam sebulan yang memungkinkan terjadinya pembuahan.

2. Posisi: "missionary"

Memang tidak ada bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa suatu posisi tertentu lebih efektif daripada yang lain. Namun, tujuan dari hubungan seks yang memungkinkan terjadinya pembuahan adalah untuk mengantarkan sperma sedekat mungkin ke serviks. Dengan demikian, akan lebih baik jika pasangan mampu memasukkan penisnya sedalam mungkin, dan hal ini mungkin terjadi bila ia berada di atas. Di pihak lain, doggy style boleh dibilang merupakan cara paling tidak efektif untuk membuat sel telur Anda dibuahi.

3. Berbaring telentang, dan ganjal pinggul Anda

Apa yang membuat sesi bercinta ini berhasil, dan apa yang sekadar mitos, memang masih diperdebatkan. Namun, dr Christopher Williams, MD, ahli endokrinologi reproduktif dari Charlottesville, Virginia, dan penulis The Fastest Way to Get Pregnant Naturally, menjabarkan apa yang sepenuhnya fakta. Contohnya, mengganjal pinggul dengan bantal.

"Posisi vagina itu miring ke bawah, jadi berbaring telentang seusai berhubungan seks memungkinkan sperma untuk mengalir dan terkumpul di rahim," katanya. Berbaringlah hingga sekitar 20 menit. Perlukah mengangkat kedua kaki ke atas? Menurut dr Williams, hal ini boleh-boleh saja, meskipun mungkin tidak banyak membantu.

4. Bercintalah sebelum tidur malam

Meskipun beberapa sumber melaporkan bahwa jumlah sperma lebih banyak pada pagi hari, kenyataannya tidak ada waktu optimal dalam sehari untuk berhubungan seks. Lagi pula, bercinta sebelum Anda tidur malam menjadi cara mudah untuk memastikan Anda berbaring sesudahnya.

5. Jangan menggunakan cairan lubrikasi

Mungkin ada yang mengira bahwa cairan lubrikasi bisa membantu sperma bergerak lebih cepat. Kenyataannya, cairan ini hanya akan menghambat upaya kehamilan Anda. Kebanyakan formula lubrikasi mengubah pH balance di dalam vagina, dan menurunkan mobilitas sperma.

6. Tak perlu khawatir jika tidak orgasme

Meskipun tujuannya untuk mendapatkan peluang kehamilan, jangan melupakan kesenangan dalam bercinta. Namun, tak perlu mengkhawatirkan jika Anda tak dapat mencapai orgasme saat itu. Meskipun ada yang mengatakan bahwa orgasme mampu mendorong terjadinya pembuahan dengan menarik lebih banyak sperma ke dalam vagina dan rahim, teori ini tidak didukung fakta ilmiah.

Sumber : www.kompas.com