Rabu, 28 November 2012

5 Langkah mengencangkan payudara

Image

Bertambahnya usia membuat otot-otot payudara tidak lagi kencang. Lakukan gerakan-gerakan yang dapat mengencangkan otot-otot payudara agar kembali kencang dan indah.

Gerakan pertama 

Pertemukan telapak tangan di depan belahan payudara Anda, berdiri dengan posisi tegak dan lalukan gerakan saling menekan, tahan selama 5 detik. Rileks saja, dan ulangi gerakan tersebut 10 kali.

Gerakan kedua 

Genggam lengan bawah (siku) cengkeram lengan bawah kanan dengan telapak tangan kiri, dan lengan bawah kiri dengan telapak tangan kanan, dengan posisi siku sebatas bahu. Tarik-tarik ke dua arah (ke dalam dan ke luar), jangan sampai terlepas. Ulangi gerakan tersebut 10 kali.

Gerakan ketiga 

Pertemukan jari-jari kedua tangan Anda di bawah dagu, dan tekuk keduanya pada posisi saling mengunci, kemudian tarik perlahan dan tahan selama 5 menit.

Gerakan keempat 

Jongkok sambil tangan dan lutut ditekan ke lantai, pastikan posisi tangan Anda di renggangkan melebihi bahu dan lutut dijauhkan dari pinggang lalu bengkokkan siku perlahan-lahan kemudian tarik semula ke posisi permukaan.

Gerakan kelima 

Berbaring sambil lutut dibengkokkan. Kaki direnggangkan sedikit. Letakkan tangan di belakang kepala, setelah itu badan diangkat ke atas dan gerakan siku kanan sehingga mengenai lutut kiri. Kemudian putar tubuh dengan siku kiri mengenai lutut kanan. Kemudian berbaring semula dan lakukan pada arah yang berlainan.

Sumber : Kompas.Com





5 Cara cek kesehatan payudara

Image


JAKARTA, KOMPAS.com - Kanker payudara merupakan salah satu ancaman besar bagi perempuan. Namun, kerap kali kehadiran kanker tersebut tak diketahui sejak dini.

"Sekitar 60 persen penderita kanker payudara datang dengan kanker stadium lanjut," ujar Sonar Sonny Panigoro,Direktur Utama RS Kanker Dharmais, sekaligus dokter spesialis bedah onkologi dalam acara peluncuran Kampenye Delapan (Deteksi Berkala Payudara Anda) di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa, (8/5/2012).

Padahal, semakin dini kanker ditemukan akan memperbesar peluang penderita untuk bebas dari kanker.

Dokter spesialis radiologi, Luqman Adji Saptogino, dari RS Pondok Indah, menambahkan, guna memelihara kesehatan payudara, utamanya perempuan disarankan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) secara teratur, biasanya beberapa hari setelah menstruasi.

Namun kanker payudara yang benjolannya masih di bawahsatu sentimeter  biasanya belum dapat teraba, sehingga sebaiknya dilakukan cek berkala menggunakan beragam metode dan alat.

Berikut lima deteksi dini kanker menggunakan metode dan peralatan yang banyak dikenal dan tersedia di rumah sakit di Indonesia:

1. Uji Payudara Klinis (UPK).

Pemeriksaan intensif oleh dokter profesional untuk mengidentifikasi abnormalitas pada ukuran, bentuk, perubahan kulit atau puting payudara. Perempuan berusia 20 30 tahunan disarankan untuk melakukan UPK setidaknya sekali dalam tiga tahun.

2. Mamografi.

Proses scanning dengan menggunakan sinar X-ray skala rendah untuk melihat bagian dalam payudara, sehingga menghasilkan gambar hitam putih pada film yang akan dibaca dan ditafsirkan oleh ahli radiologi. Perempuan berusia diatas 40 tahun, disarankan untuk melakukan mamografi setiap tahun.

3. Breast Ultrasound.

Ultrasound menggunakan gelombang suara untuk memindai payudara, yang kemudian diproyeksikan ke layar komputer dalam gambar hitam putih. Sebelum pemindaian, gel dioleskan di kulit payudara dan alat pemindai yang disebut transducer digosokkan ke area payudara yang telah dioleskan gel.

Ultrasound biasanya digunakan sebagai pendamping mamografi, terutama untuk memindai payudara yang memiliki jaringan padat. Dengan mengkombinasikan metode mamografi dan ultrasound tersebut, akurasi lebih tinggi, ujar Luqman.

4. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

MRI tidak menggunakan sinar x-ray melainkan menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan pencitraan yang lebih detil. Pada pemeriksaan MRI, pasien akan diberi suntikan gadolinium di daerah lengan untuk mendapatkan detil jaringan payudara lebih jelas.

Perempuan yang memiliki resiko tinggi dan diduga terkena kanker payudara sebaiknya melakukan MRI, terutama apabila pada mammografi dan USG tidak didapatkan kejelasan.

5. 3D Sonomammogram

Selain beberapa metode diatas, terdapat metode pendeteksian dini kanker payudara yang terbaru, yaitu 3D Sonomammogram alat pencitraan dengan teknologi ultrasound 3D terbaru untuk memperoleh, menganalisis dan melaporkan volume anatomi payudara secara rinci.

Alat ini mampu memberikan hasil berupa gambar payudara lengkap secara tiga dimensi dan komprehensif dengan uji yang dilakuk an dalam waktu relatif singkat sekitar 15 menit.

"Pencitraan yang dihasilkan mencakup sel uruh anatomi koronal payudara yang sebelumnya tidak dapat diberikan oleh metode ultrasonografi konvensional," kata Rahmi Alfiah Nur Alam, dokter spesialis radiologi.

Dengan demikian, teknologi itu memberikan gambaran yang lebih lengkap atas anatomi dan arsitektur jaringan payudara.


Image

Image




6 Penyebab yang membuat payudara berubah bentuk

Image

Payudara adalah satu-satunya organ manusia eksternal yang bentuk dan ukuran berubah begitu sering. Bahkan selama siklus menstruasi ada perubahan dalam tekstur dari payudara.

Hal ini adalah proses yang berkelanjutan. payudara berubah bentuk mereka melalui siklus dan kemudian kembali ke hampir seperti ketika siklus berakhir. Pada kebanyakan wanita, perubahan yang kentara, tetapi beberapa wanita jelas dapat melihat perubahan sebagai uang muka bulan mereka.

Hasil sebuah survei membuktikan, 42% wanita memiliki payudara berukuran cup B. Tapi hal ini tidak membuat mereka yang memakai ukuran lainnya menjadi tidak normal. Sebab, survei ini juga membuktikan bahwa 58% wanita tidak mengenakan ukuran bra standar cup B.

Dikutip dari Berita Online, apa saya yang mempengaruhi ukuran payudara wanita ?

1. Usia

Payudara adalah organ yang sangat dinamis dari tubuh manusia. Jika sejak muda sudah menggunakan bra yang tepat, maka payudara akan tumbuh dengan baik. Tapi jangan senang dulu.

Pasalnya, ligament cooper (urat yang mempertahankan bentuk payudara) pasti akan melemah seiring dengan bertambahnya usia.

2. Kehamilan

Selama hamil ada beberapa perubahan dalam ukuran payudara dan sebagian besar perubahan ini menjadi permanen. Payudara akan meningkat dan menunjukkan peningkatan ukuran cup.

3. Menstruasi

Ukuran payudara akan sedikit mengalami perubahan selama siklus menstruasi. Perubahan ukuran dari payudara ini biasanya disertai dengan perubahan bentuk puting dan areolanya.

4. Keturunan

Faktor keturunan memainkan peranan cukup besar dalam menentukan ukuran payudara. Biasanya hal ini ditentukan dari ukuran payudara sang ibu. Tapi tidak semua anak memiliki ukuran payudara yang sama dengan ibunya, karena faktor lain juga turut mempengaruhi.

5. Olahraga

Olahraga dapat mempengaruhi ukuran payudara. Salah satunya adalah bentuk latihan yang bekerja langsung terhadap otot dada yang mendasari jaringan payudara, dan membantu mengencangkan payudara. Selain itu yoga dan terapi Ayurvedic juga mempengaruhi ukuran payudara.

6. Makanan

Beberapa makanan mengandung zat tertentu yang dapat meningkatkan ukuran payudara. Sebut saja kedelai, ginseng, akar dandelion, dan semua biji-bijian adas. Karenanya, beberapa wanita yang sering mengonsumsi makanan ini kemungkinan memiliki payudara yang besar.